Sabtu, 25 Desember 2010

Lestari

Bertahun lalu, Desember 2007, lagu ini kugubah. Sebuah persembahan untuk bunda tercinta, yang kasihnya mengalir selamanya. Sulit kuungkap kasihku dalam kata, hingga tersusunnya kumpulan kata serupa puisi yang menjadi lirik lagu ini. Ungkapan kasihku untuk ibunda. Kini, setahun setelah kepergiannya, kasih bunda tetap lestari di hati ananda.

Cinta di mana… kan kucari ke ujung dunia
Kasih serupa kasih ibunda
Tulusnya, belainya, kan selalu sepanjang masa
Cinta di mana… kan kutanya nuraniku saja
Jawabnya tiada yang setara kasih bunda

Ibunda, lagu sederhana tercipta
dari hati tanda kasih ananda
Bunda, doa bahagia selalu bersamamu
Lestari bagai kasihmu

Sorga di mana… kan kucari ke ujung usia
Takkan henti sampai kubersua
Nirwana bertahta di telapak kaki bunda
Sorga di mana… kan kutanya nuraniku saja
Jawabnya berada dalam rela bakti nanda

Ibunda, maafkan diriku yang selalu
Menyusahkanmu hingga dewasa
Bunda, doa bahagia selalu bersamamu
Lestari bagai kasihmu

Selasa, 14 Desember 2010

Kutipan Super

Anda harus menemukan
pemungkin bagi keberhasilan
di dalam pekerjaan Anda.

Jika tidak ada di situ,
berarti Anda sedang berada
di dalam pekerjaan yang salah.

Mudah-mudahan Anda
tidak termasuk orang yang tidak tegas
mengupayakan pekerjaan yang baru.

Dan yang umumnya mereka lakukan
adalah bertahan di pekerjaan
yang tidak berpotensi itu, dan
menyalahkan perusahaan
dan nasib yang berlaku tidak adil.

Mario Teguh

Minggu, 12 Desember 2010

15 Penulis Paling Berpengaruh

The Rules: Don't take too long to think about it. Fifteen authors (poets included) who've influenced you and that will always stick with you. List the first fifteen you can recall in no more than fifteen minutes. Tag at least fifteen friends, including me, because I'm interested in seeing what authors my friends choose. (To do this, go to your Notes tab on your profile page, paste rules in a new note, cast your fifteen picks, and tag people in the note.)
Itu yang kuambil dari halaman catatan beberapa teman pecinta baca di facebook. Kupikir, daripada menulis di note facebook, lebih baik aku tulis di blog ini saja. Menuliskan 15 pengarang paling berpengaruh? Hm... mungkin pengarang paling berkesan, kali ya. Soal berpengaruh atau tidaknya, aku tidak bisa memastikan ;) Berikut ini daftarnya:
  1. Enyd Blyton. Kufavoritkan semua karyanya. Lima Sekawan, Sapta Siaga, seri sekolah berasrama, sebutkan apa saja, aku suka semua.
  2. Laura Ingalls Wilder. Seluruh karyanya, serial Rumah Kecil, sudah habis kubaca sejak kecil dulu, dan buku-buku itu jadi koleksi berharga keluarga.
  3. Uderzo & Goscinny. Penulis serial Asterix & Obelix ini betul-betul berhasil membuatku 'lengket' pada komiknya. Sekali membuka majalahnya, harus tamat dulu sebelum bisa mengerjakan yang lain, dan tertawa tak berhenti-berhenti. Hihihi...
  4. James Clavell. 6 seri novel Shogun-nya bikin aku terkesan. Nomor satu kurekomendasikan pada teman, dipinjam, dan sampai sekarang belum juga dikembalikan. :(
  5. Sydney Sheldon. Gaya bercerita dengan konflik dan ending yang tak terduga, membuatku penasaran untuk membaca buku-buku karyanya. Tapi... bumbu adegan dewasanya agak terlalu detil, kukira...
  6. Kurnia Effendi. Sangat terkesan dengan cerbernya di majalah Gadis, Pelangi di Matamu. Selain itu, cerpen-cerpennya yang tersebar di mana-mana juga kusuka sekali.
  7. Roald Dahl. Matilda adalah buku karangannya yang jadi favoritku. Imajinasinya yang liar, nakal, tapi khas anak-anak, dikemas dengan unik dan asyik.
  8. Jack Canfield & Mark Victor Hansen. Serial Chicken Soup for the Soul-nya sudah jadi favoritku sejak pertama terbit.
  9. Dewi Lestari. Memadukan kisah dan lagu jadi satu buku, Rectoverso... ini unik. Belum banyak sih baca buku-bukunya, tapi masuk "most wanted books to read" list.
  10. Takeshi Maekawa. Serial komik Kung Fu Boy-nya, full filosofi. Aku suka banget.
  11. Gosho Aoyama. Penulis serial komik Detektif Conan. Selain alur kisah penuh konflik dan intrik yang unik, aku juga suka banget dengan karakter Conan Edogawa. daisukiii....!!!
  12. Andrea Hirata. Fenomena Tetralogi Laskar Pelangi yang dibuatnya, bisa-bisa bikin dunia ternganga. Hebat!!!
  13. Dan Brown. Da Vinci Code-nya menggemparkan dunia. Data dan fakta yang disajikan menarik sekali.
  14. J. K. Rowling. Seri Harry Potter-nya, wah... top!!!

Kutipan Super

Orang yang malas,
sebetulnya berumur pendek
walau dia meninggal di usia 100 tahun,
karena hidupnya hampa dari
manfaat bagi diri dan sesamanya.

Orang yang rajin,
sesungguhnya berumur panjang
walau dia meninggal di usia muda,
karena hidupnya penuh dengan
kebaikan yang diwarisi oleh
keturunan dan penerusnya.

Kebaikan adalah pemanjang usia,
dan penebus rumah kita di surga
setelah urusan dunia kita selesai.

Mario Teguh

Sabtu, 11 Desember 2010

Mari Giatkan Membaca...!

Salah satu kegemaranku adalah membaca. Sejak kecil. Dulu bahkan aku sering ditegur ibu karena membaca sambil berbaring, membaca sambil makan (jadi makannya nggak selesai-selesai), dan membaca di mana saja. 
Aku mengaku suka membaca, tapi ketika aku membandingkan dengan teman lain yang punya hobi serupa, wah... ternyata aku masih kalah jauh. Aku sangat menikmati kegiatan membaca, tapi rupanya aku belum bisa masuk kategori membacamania :p Sementara teman-teman lain menetapkan target untuk membaca sekian buku dalam rentang waktu tertentu, aku tidak pernah menetapkan target tertentu dan santai saja membaca hanya di waktu luang. Bacaan yang kubaca pun belum fokus pada satu jenis bacaan tertentu, dan masih  lebih suka yang ringan-ringan saja. Novel dan majalah jadi favorit. Itu pun berhenti di titik menikmati, atau sedikit lebih jauh: terinspirasi. Seringkali aku salut kepada teman-teman yang sudah melangkah lebih jauh dengan menuliskan resensi tentang buku-buku yang dibacanya, dengan gaya bertutur yang menarik pula. Ingin  sekali seperti mereka! Tapi terus terang... menulis resensi bukan salah satu kegiatan yang kusukai. Untuk kegiatan tulis menulis, aku lebih suka menulis cerita pendekku sendiri. Ingin juga menulis cerita bersambung atau novel, tapi... pfuh... perlu 'nafas panjang' untuk mengerjakannya. Tapi ayo, aku masih ingin mencoba menulis buku.
Di sisi lain, aku mengamati minat baca murid dan keponakanku. Beragam, tentunya. Sebagian besar hanya suka membaca komik. Ya... ya... ini pun sudah terjadi sejak dulu. Aku juga suka, sebetulnya. Membaca komik memang mengasyikkan. Membaca sambil melihat gambar-gambar yang juga 'bercerita', tentu akan jadi pengalaman yang -bagi sebagian orang- membuat ketagihan. Satu keponakanku hanya suka membaca komik, tapi satu keponakanku yang lain punya minat cukup  besar pada aktivitas membaca -dan belakangan- menulis juga.
Sejak bayi, sang bunda memang mempunyai kebiasaan untuk membacakan buku sebelum tidur. Ketika dia sudah mulai bisa bicara, dia seringkali meminta bundanya untuk membacakan buku untuknya sebelum tidur. Terkadang, buku yang sama bisa dibaca berulang kali, dan tak jadi masalah buatnya. Dia bahkan sampai hafal isi bukunya, dan bisa protes saat sang bunda bercerita 'keluar jalur'.
Kulihat, tentu saja peran serta orang tua sangat besar dalam menumbuhkan minat baca pada anak. Dan ini penting! Jangan sampai anak hanya tenang ketika disediakan layar kaca dengan tayangan kurang bermutu, juga tanpa pendampingan orang tua. Mari kembali lagi pada budaya membaca, dengan berbagai dampak positifnya. Bagaimana caranya? Tabloid Nova pernah mengulas hal ini. Mari baca di link tabloid nova online ini.