Selasa, 18 Januari 2011

Mengkhayal Berhadiah ;)

Sebuah lomba yang unik. Menghayal Berhadiah. Diselenggarakan oleh BNI Smart Remittance, lomba ini memanfaatkan jejaring sosial facebook sebagai media untuk berlomba. Aku mendapatkan informasi melalui catatan di profil BNI Smart Rem., kemudian sebagai peserta lomba aku juga menuliskan khayalan/impianku dan berandai-andai. Sekiranya diberi beasiswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri, negeri mana yang dipilih, beserta alasannya. Berikut ini impianku: 
Dapat beasiswa? Inginnya ke Finland saja. Kualitas pendidikannya nomor satu di dunia, membuatku ingin belajar langsung dari sumbernya. Bermitra dengan guru-guru yang paripurna, mengikuti workshop dan pelatihan bermacam rupa. Kalau bisa sekalian menjelajah Eropa, buat studi banding… ceritanya, itu sih bonus saja ;) Yang... penting bisa dapat ilmu yang berguna, supaya kelak bisa kuterapkan di megara Indonesia tercinta. Memajukan dunia pendidikan kita, hingga setara kualitasnya dengan negara maju lainnya. Ayo, Indonesia bisa!!!
Jelang akhir Januari ini, ternyata namaku ditandai (di-tag) oleh BNI Smart Rem.. Ini jadi pertanda bahwa khayalanku menjadi salah satu yang memenangkan hadiah. Alhamdulillah. Sebuah gadget pemutar musik (MP3) siap dikirimkan ke alamat rumahku. Kutunggu... Siap-siap mengkhayal lagi yuk...!
Jika uraian kecil yang diikutkan dalam lomba itu 'hanya' mendapatkan sebuah MP3, aku siap-siap lagi untuk mengkhayal dan mendapatkan yang lebih besar lagi: sekalian kesempatan untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri. ;) Yuk, mengkhayal lagi...!

Sabtu, 15 Januari 2011

Kutipan Super

Bibit dari semua keberhasilan Anda
di masa depan, ada di dalam
yang Anda kerjakan setiap hari.
Tidak ada pekerjaan baru yang hebat,
yang bukan karena Anda bekerja setiap hari
dengan sebaik-baiknya.

Janganlah menunggu pekerjaan yang baik,
sebelum Anda ikhlas bekerja dengan baik.

Mensyukuri pekerjaan yang ada
adalah alasan bagi Tuhan untuk
menganugerahi pekerjaan yang lebih baik
kepada kita.

Mario Teguh

Kamis, 13 Januari 2011

Diary

Sudah lama tidak menulis buku harian, terutama yang kubuat dengan tulisan tangan. Itu jaman-jaman aku masih di SMP, SMA dan masa kuliah. Sesekali ketika aku sudah bekerja, aku masih menyempatkan menulis buku harian, tapi memang sudah jarang. Ketika aku sudah mengenal komputer lebih akrab, aku menulis jurnal harian di komputerku, lengkap dengan dekorasi dan modifikasi jenis huruf, warna, tampilan halaman, penambahan foto dan gambar, wah... seru! Tapi aku rasakan sendiri bahwa seiring dengan makin seringnya aku mengetik, kemampuan menulisku agak berkurang. Tanganku berangsur kaku, tulisanku jadi semakin jelek. Suatu kemunduran, kupikir.
Ingin kumulai lagi kebiasaan baik menulis. Selain melatih keterampilan otak untuk menuliskan berbagai peristiwa secara runut, menarik dan informatif, menulis dengan tulisan tangan pun akan merangsang syaraf otak untuk membuat sambungan/sinkronisasi antara syaraf-syaraf otak. Semakin aktif otak, akan lebih baik tentunya. Menurut informasi yang pernah kubaca (maaf, belum bisa memberikan tautan menuju sumber informasi yang dimaksud), dengan berkembang dan aktifnya jaringan otak, hal ini akan mengurangi resiko terkena penyakit degeneratif. 
Kebetulan sekali, awal tahun ini, sebuah majalah yang rutin kubaca memberi hadiah sebuah buku agenda. Kosong, siap ditulisi dengan catatan berbagai peristiwa keseharianku. Siap...! Mari, giatkan menulis lagi!

Minggu, 02 Januari 2011

Kutipan Super

Jika kita ikhlas meyakini
Tuhan adalah satu-satunya
tempat berharap dan meminta

dan Tuhanlah yang meninggikan
atau merendahkan kita
dan kekuasaan-Nya tak terbatas
dan bahwa kita terhubung langsung
dengan-Nya tanpa perantara

kita akan kecewa sedikit
terhina secukupnya
sedih atau marah sebentar,

tapi selebihnya kita hidup dinamis
dalam penyerahan yang damai
kepada Tuhan.

Katakanlah

I am easy like Sunday Morning

Mario Teguh