Minggu, 19 November 2017

Haiku Anggrek Ungu

Mekar sempurna
Seluruh kuntum bunga
Anggrek unguku
皆咲いた
むらさきの花
うちのむこう

My purple Orchids 
In front of my little house 
Blooming together

Kamis, 27 Oktober 2016

Menghilang-Andira

Sebuah lagu syahdu lengan lirik mendayu, dinyanyikan seorang wanita ayu bersuara merdu. Menghilang, demikian judul lagu ini. Liriknya terasa menggugah hati. Mari kita nikmati.

Mungkin semua salahku
Sejak awal ku tahu
Beda diantara kita
Tak restukan kau dan ku bersama
Tapi terlanjur ku jatuh cinta
Meski tahu asmara kita
Takkan sanggup kemana-mana
Ow ow ow ow

Betapa bodohnya aku
Tak bisa lari dari bayang-bayangmu
Seakan diriku terpenjara
Oh kasihku
Meski didalam hatiku ku tahu
Ku tak mungkin bersamamu
Meski kita saling cinta
Mungkin lebih baik sayang
Ku menghilang

Semua tlah ku sadari
Sejak awal bertemu
Beda diantara kita
Tak restukan kau dan ku bersama
Tapi terlanjur ku jatuh cinta
Meski tahu asmara kita
Takkan sanggup kemana-mana
Hooo oooo

Betapa bodohnya aku
Tak bisa lari dari bayang-bayangmu
Seakan diriku terpenjara
Oh kasihku
Meski didalam hatiku ku tahu
Ku tak mungkin bersamamu
Meski kita saling cinta
Mungkin lebih baik sayang
Ku menghilang

Andai saja ada
Jalan untuk kita bersatu
Namun biarlah ini menjadi
Kenangan manis engkau dan aku
Uuu uuu uuhuuu

tak bisa lari dari
Bayang-bayangmu
Seakan diriku terpenjara
Oh kasihku

Mungkin Tuhan ingin kita bersama
Tapi tidak dengan sekitar kita
Mungkin lebih baik
Mungkin lebih baik sayang
Oooww Mungkin lebih baik sayang
Ku menghilang
Ku menghilang

Minggu, 23 Oktober 2016

de Green Haiku*

Memandang taman kecil di depan rumah, terlihat kumpulan buah dan bunga yang sedang merekah. Muncul inspirasi untuk menggubah puisi pendek, sederhana dan (inginnya) indah. Hingga jadilah haiku 3 bahasa ini. 

Di depan rumah
Mereka tampak indah
Bunga dan buah
 In front of my house
The beauties grow together
Those flowers and fruits
目の前に
果物がある
花も咲く

*Haiku adalah puisi pendek khas Jepang, disajikan dalam tiga larik (triplet), masing-masing larik berisi 5, 7 dan 5 suku kata, total 17 suku kata. Haiku disajikan dengan sederhana, apa adanya. Ciri utama Haiku adalah ekspresi tentang alam, tentang hal-hal yang biasa kita lihat di sekeliling, tanpa menggunakan perumpamaan-perumpamaan (verbal trickery). Haiku juga minim tanda baca, karena kata-kata dalam Haiku sudah dianggap sebagai bisa mewakili tanda baca. Yang lebih penting lagi. Haiku harus punya dua unsur: ungkapan tentang alam dan exclamation (kata/frasa seru) di larik ke tiga. 
Definisi Haiku disarikan dari tulisan Pak Eddy Roesdiono di kompasiana. Selengkapnya bisa dibaca di tautan ini

Minggu, 17 Januari 2016

Reading Challenge 2016

Sudah beberapa tahun ini Goodreads.com menggelar event Reading Challenge. Tahun 2016 ini, aku tak ingin luput untuk ikut berpartisipasi. Target bacaku tahun ini masih kupatok 24 buku dalam rentang 12 bulan. Tahun 2015 dan 2014 target itu luput, tapi aku tak ingin menurunkan target, berharap tahun ini aku bisa sukses menyelesaikan 24 buku untuk dibaca dalam setahun. Sok sibuk amat ya kelihatannya, masa sih menamatkan 24 buku dalam setahun saja tak sukses? Tapi mengingat kesibukanku sehari-hari, ya memang kadang kebutuhan membaca kalah oleh keinginan untuk tidur. Hehe... Dan segera kumulai aktivitas membacaku di tahun ini, kumulai dengan membuka lembaran buku yang baru kubeli di pasar buku Palasari di masa liburan lalu. 
Dimulai dengan sebuah buku yang kubawa pulang dari rak toko buku di pasar buku Palasari Bandung. Dari sekian banyak buku yang mencuri perhatianku, akhirnya kujatuhkan pilihan pada 3 buah buku yang kurasa tak akan terlalu mengoyak dompetku :p Buku pertama yang kutuntaskan untuk dibaca di tahun 2016 ini adalah Tokyo Tower. Dan berikutnya, sudah banyak buku dalam antrian, menunggu untuk dituntaskan. Aku siap membaca secara simultan, dua buku sekaligus. Uhm.. bergantian juga siih, sebetulnya :p
Goodreads memberi alat dukung berupa beragam tools dan fitur yang bisa digunakan untuk memantau perkembangan target baca kita. Ada 3 widget yang masih kupasang di blog ini, biarpun sudah kadaluarsa, sebetulnya :p Ada juga tautan yang bisa disetel untuk otomatis ter-update ke jejaring sosial. Ini jadi pengingat untuk memantau perkembangan target baca yang sudah kutetapkan.
Tapi sebetulnya, buat apa juga sih pakai target target baca segala? Sebuah quote yang menggelitik kudapat dari situs goodreads.com. Membuatku tersenyum sedikit saat membacanya.
Buatku, membaca itu jadi sarana referensi, jadi sarana belajar mengenai kualitas buku yang layak terbit. Aku masih bercita-cita ingin menerbitkan naskahku menjadi buku. Maka dari itu aku harus banyak belajar, membaca beragam buku untuk mempelajari seluk-beluk cerita dan konflik serta penyelesaian dalam sebuah novel, penggambaran karakter, pemaparan alur cerita, setting, dan lain sebagainya. Selain itu, ada juga buku-buku motivasi yang kubaca sebagai sarana untuk menyemangati diri sendiri. Ingin juga mengukur diri sendiri, ketika kunyatakan diri sebagai penyuka baca, kadang aku sendiri perlu bukti untuk mengukur diri. Masa iya juga sih, penyuka baca cuma kuat menamatkan buku 12 buku saja dalam setahun? (Buatku, buku yang layak masuk kriteria untuk dicatatkan dalam rekor Goodreads itu yang 100-an halaman ke atas-lah. Jieeeeh :p) Selain itu, untuk menikmati buku itu sendiri, dan... untuk 'sok-sokan' tentangnya (di Goodreads)? Ahaha... yang terakhir enggaklah.

Minggu, 17 Mei 2015

Si Kuning Jenjang

jenjang
ramping 
bak gadis remaja berdiet
menjaga makanannya 
agar tetap bersahaja
mengintip bunga...
di sela daun langsing
berharap diperhatikan 
oleh pemuda yang lewat
cantik tanpa bersolek
karena engkau memang indah
ingin kuberkenalan denganmu
gadis cantikku
kan kujadikan engkau
bungaku

Minggu, 10 Mei 2015

Bakung Merah

Bagai bersimbah darah
Dalam perjuangan yang gagah
Berdiri tegak, merah merekah
Dalam taman di hari yang cerah
Bakung merah, Sungguh indah
Kaubuat tamanku cerah

Rabu, 29 April 2015

Puisi Pisang-pisangan


bergelantung menggapai bumi
lenganmu terulur jauh
Selalu ingin kembali ke bumi
tanah tempat hidupmu
cantik…
aku ingin belajar darimu

Sabtu, 18 Oktober 2014

Giveaway Buku

Beberapa waktu lalu aku mengikuti event generous, giveaway buku yang digelar mbak Sinta Nisfuanna, seorang teman yang kukenal melalui salah satu milis. Dari event giveaway itu, aku dapat satu buku yang kuincar, plus satu buku lagi sebagai bonus. Terima kasih banyak yaa, mbak Sinta.
Kali ini, aku harus melanjutkan misi #GiveawayBuku yang sudah dimulai entah oleh siapa. Tapi semangat berbagi buku, harus terus berlanjut.
Buku-buku yang ingin kubagi adalah buku-buku yang menginspirasi. Semua buku berawal dari kisah nyata. Semoga kita yang membaca bisa mengambil hikmah dari pengalaman mereka.


  • Yang pertama adalah Ainun & Habibie, Kisah salah seorang tokoh besar Indonesia dalam perjalanan menjalani karirnya didampingi oleh istri tercinta. Buku yang ditulis sebagai suatu proses penyembuhan batin pastinya akan keluar dari hati. Kehilangan separuh jiwa yang dialami BJ Habibie memaksanya untuk menjalani terapi menulis yang membuahkan karya indah. Di buku ini BJ Habibie bercerita pertemanannya dengan Ainun di masa sekolah hingga bertemu kembali bertahun kemudian setelah keduanya menyelesaikan kuliah di tempat yang berbeda.
Kebersamaan keduanya diawali dengan kerja keras baik dari sang suami maupun sang istri yang kelak terbukti dalam membentuk pondasi yang kuat dalam kehidupan pernikahan mereka. Ikatan pernikahan yang akhirnya menyatukan keduanya dalam jiwa yang dibahasakan oleh BJ Habibie sebagai manunggal .
Kita akan banyak belajar untuk saling mengasihi, saling menghormati, yang memberikan kekuatan bagi mereka yang tulus menjalankannya. (disarikan dari review Mardiyati di Goodreads)

  • Yang berikutnya adalah kisah seorang tokoh Indonesia lainnya, Dahlan Iskan, dalam buku Sepatu Dahlan. Hingga saat ini ada sekitar 140-an review tentang buku ini di Goodreads. Perjalanan hidup Dahlan Iskan sejak masa kecil hingga masa aliyahnya. Dipaparkan dalam bentuk novel yang ringan dan inspiratif. Dengan gaya bercerita flashback di beberapa bagian, gaya bahasa yang ringan walalu kadang berbunga-bunga, penulisnya mampu membawa rasa hati pembaca ke level emosi yang pernah dijalani Dahlan Iskan kecil. Berempatilah kita jadinya.
  • Buku berikutnya adalah karya keroyokan dari beberapa pengajar muda dalam program Indonesia Mengajar yang digagas Anies Baswedan. Buku ini berisi pengalaman mereka ketika ditempatkan untuk berinteraksi dengan murid dan masyarakatnya di berbagai daerah di pelosok Indonesia. Pengalaman-pengalaman lucu, unik, menarik, mengharukan atau menggembirakan, semuanya inspiratif. Sayang untuk melepas buku ini, karena begitu banyak kisah menarik di dalamnya. Tapi jika lebih banyak orang yang membacanya, tentu kisah inspiratif ini akan menyebar lebih luas lagi, menginspirasi lebih banyak orang. 
  • Buku berikutnya adalah Ibuk, karya seorang Iwan Setyawan, yang kembali ke Indonesia setelah 10 tahunan meniti sukses di Amerika. Ibuk adalah inspirasinya, sosok pertama yang membentuknya jadi seorang yang seperti sekarang ini. Lagi, buku ini menginspirasi. Baca dulu reviewnya di goodreads sebelum memutuskan untuk memilih buku ini. Kalau nggak makin tertarik, cek buku lain aja. ;)
  • Buku terakhir yang kutawarkan adalah lagi-lagi karya keroyokan. Tapi kali ini adalah tulisan tentang guru-guru yang menginspirasi. Menjadi Guru Inspiratif, buku ini berisi 14 kisah nyata inspiratif mereka yang menjadi guru. Kisah-kisah mengharukan dengan suka duka saat menjalani pengabdian menjadi guru bangsa. Mencerdaskan para generasi, yang kata Ahmad Fuadi sebagai petani peradaban. Buku yang layak dibaca para guru, orang tua dan seluruh manusia yang pernah memiliki seorang yang bernama guru. (Reviewnya M. Rasyid Ridho di Goodreads)

Nah, salah satu buku ini bisa dimiliki gratis. Bahkan ongkos kirim pun tanggung jawabku. Yang perlu dilakukan oleh pembaca hanya berkomentar di blog ini, menyebutkan buku yang diinginkan. Berteman yuk di facebook, supaya nanti bisa berkirim pesan, saat konfirmasi alamat kirim. Satu buku nggak bisa diminta oleh dua orang atau lebih yaa. Jadi kalau sudah ada yang menginginkan satu buku tertentu, yang berikutnya, silakan incar buku lainnya.
Satu kewajiban penerima buku ini adalah, meneruskan kembali tradisi berbagi buku ini dalam event yang disebut dengan #PayItForward Jadi, setelah menerima salah satu buku ini, siap-siap untuk membagikan 5 buku dari koleksimu untuk dibagikan juga. Jangan lupa, mention saya di facebook ya. Yuk, berbagi.

Sabtu, 21 Desember 2013

Perjalanan Hanum dan Rangga Menemukan Jejak Cahaya di Langit Eropa

Akhirnya nonton jugaaa...! Setelah was-was berhari-hari, takut filmnya keburu turun, soalnya sudah 3 pekan di layar perak bioskop Indonesia. Tapi tidak main-main nih film, dalam waktu 3 pekan tayang di bioskop, rekor penontonnya sebentar lagi menyalip 'Cinta Brontosaurus'. Penontonnya -dalam 3 pekan ini- mencapai angka 800.000 penonton dan masih terus bergerak naik.
Sumber gambar: official movie trailer
Berbeda dengan bukunya? Well.. itu tak mengapa, aku masih sangat bisa menikmati filmnya. Diawali dengan narasi yang terasa cukup panjang di awal film ini, kunikmati momen demi momen di layar, untuk mencari kerlip 99 cahaya di film ini. Tapi ada beberapa hal kecil yang jadinya terasa sedikit mengganggu. Ada beberapa detil yang kurasa tak tergarap dengan cukup baik.
Beberapa scene Rangga, misalnya, yang dalam film diceritakan sebagai sekuens yang terjadi secara berurutan. Pada saat diskusi dengan prof. Reindhart, dia mengenakan kemeja kotak-kotak biru dan tas selempang yang kurus, tidak membawa apa-apa lagi. Tapi pada adegan pulang bersama Khan, perhatikan kemeja kotak-kotaknya. Motifnya beda ;) Dilanjut dengan scene selanjutnya ketika dia berdiri di stasiun kereta, kemeja kotak-kotaknya ganti lagi, seperti yang dikenakannya ketika bertemu Prof. Reindhart, dilengkapi dengan jaket tipis yang dipakainya ketika bersama Khan.
Perhatikan corak kotak kemeja yang dikenakan Rangga.

Satu detil lainnya yang membuat moment itu menjadi janggal adalah ketika Rangga membaca Al Quran di perpustakaan. Bacaannya bagus, makhrajnya terasa pas, dengan irama lantunan yang indah. Syahdu. Jika Anda bukan seorang muslim, tak ada yang aneh dengan itu. Tapi bagi muslim, coba cek pendengaran dan penglihatan Anda. Ketika Rangga membalik halaman quran dan melanjutkan membaca, lho??? Bacaannya kok nggak sesuai dengan tulisan di mushaf Al Quran?
Satu lagi sajalah Scene yang ingin ku-highlight kritisi di film ini, yaitu saat Hanum dan Rangga usai bertemu dengan Marion Latimer. Terlihatkah adanya sedikit kejanggalan di situ? Saat itu Hanum dititipi oleh Marion selembar surat dan satu pak bungkusan untuk Fatma dan Ayse. Di acara jalan-jalan itu Hanum tidak membawa tas besar, hanya tas selempang kecil saja, yang sangat mungkin dompetku tak akan muat di dalamnya. Jadi ditentenglah bungkusan itu. Tapi di menara Eiffel, saat mereka meneropong keindahan kota Paris dari ketinggian menara Eiffel hingga Rangga mengumandangkan adzan di sana, di manakah gerangan bungkusan itu adanya? Rangga tak pegang, Hanum pun tidak. Jangan katakan bahwa crew film yang mengamankan bungkusan itu :p
Tapi lepas dari detil-detil kecil itu -yang sangat bisa diminimalisasi di 99 Cahaya bagian 2 nanti- film ini cantik. Menyaksikan buku yang bertransformasi menjadi rangkaian gambar bergerak, mari berusaha menetralkan perasaan. Nikmati dulu film ini sebagai film, bukan buku yang 'berubah wujud'. Beberapa perbedaan antara buku dan film terlihat cukup kentara, misalnya usia Ayse atau peran Marion. Untuk yang sudah membaca bukunya terlebih dahulu, perbedaan ini tentu terasa sedikit 'mengganjal'. Tapi baik untuk yang sudah maupun belum membaca bukunya, film ini tetap membawa pesan keindahannya tersendiri, menguak satu demi satu keindahan cahaya dari benua biru Eropa itu. 
Keindahan ragam bangunan bergaya khas Eropa, sungguh menginspirasi, membuat ngiler untuk tidak kalah bermimpi tinggi, untuk suatu saat bisa melihat dengan mata kepala sendiri, merabai dinding gedung-gedung yang menyimpan jejak sejarah itu dengan jemari sendiri. Busana para pemain wanita tak kalah cantik dan fashionable. Jaket panjang bermotif kotak hijau muda yang dikenakan Fatma, terlihat jelas merupakan karya penjahit bermutu. Jaket merah Hanum terlihat sangat iconic. Sedangkan coat biru yang dikenakan Marion di pertemuan terakhir mereka pun terlihat cantik sekali. Anggun dan chic
Para pemain yang terlibat di film ini sudah familiar wara-wiri di layar kaca. Mereka adalah aktor dan aktris terpilih. Itu tidak diragukan. Banyak gambar-gambar close up mereka di film ini, tapi kurasa. tidak berlebihan, dan memang tampak indah di layar. Thanks to Wardah yang jadi salah satu sponsor ;) Okelah, di beberapa bagian film ini, produk Wardah mesti muncul, dan kurasa kemunculannya cukup wajar tanpa terlihat dipaksakan. Selain itu, semua aktor dan aktris juga didandani dengan produk Wardah kan...? Yang terlihat (lagi-lagi) agak janggal adalah dandanan teman-teman Fatma di rumahnya. Umm...rasanya dandanannya agak terlalu tebal untuk ukuran acara kumpul-kumpul bersama teman. Wardah bisa kan mendandani dengan efek natural? Tak akan susah rasanya. Toh sebetulnya tanpa make-up pun, para cameo ini, mbak Dian Pelangi dan mbak Hanum Rais sendiri, sudah cantik-cantik kok. 
Boleh cek, misalnya adegan Hanum di apartemen mereka. Dalam beberapa kesempatan, Acha Septriasa yang berperan sebagai Hanum terlihat polos tanpa eyeliner atau lipstick, tapi tentu saja tetap cantik terlihat di layar. Yang muncul di layar itu adalah kekuatan akting, karena film ini bukan sekedar jualan tampang. Ekspresi Acha beberapa kali terlihat sangat original, terutama saat terkait dengan kerudung yang belum dikenakannya. "Kenapa sih kamu ngelihatin aku kayak gitu?" seperti yang diucapkannya pada pemeran Rangga di salah satu scene. Saltingnya, groginya, terlihat. Acha pinter deh aktingnya. Sebagai seorang multitalent, dengan potensi yang dimilikinya sebagai aktris yang juga punya suara bagus, rasanya sayang sekali jika suara merdunya tidak ikut muncul menghiasi film ini sebagai soundtract. Kan asyik tuh kalau bisa sekalian akting dan nyanyi sepaket. Kita tunggu saja di bagian ke-2nya nanti ya. Sabar yaa, karena bagian 2 film ini baru dijadwalkan tayang di bulan Maret 2014 nanti. 
Menanti bagian ke-2nya tayang di tahun depan.
Mungkin saat ini proses shooting masih berjalan untuk mempersiapkan sekuel film ini. Sutradara Guntur Soeharjanto kurasa cukup berhasil menterjemahkan buku ini ke dalam sebuah film. Selain detil-detil kecil yang tadi sudah kukritisi, beberapa fakta kecil yang juga mengganggu semoga bisa diperbaiki di bagian ke-2 nanti. Film ini sudah sukses kok membuat penasaran penonton dan pada saat yang bersamaan, menginspirasi. Aku yakin, makin banyak muslim yang bertekad untuk menjadi agen muslim yang baik setelah menonton film ini. Misalnya belajar menahan diri untuk tidak melakukan konfrontasi terbuka pada orang yang memprovokasi kemusliman kita, seperti apa yang dilakukan Fatma terhadap 2 turis yang menghina muslim Turki melalui perlambang roti croissant yang mereka makan. Atau bersikap tenang seperti Rangga saat Steffan yang diperankan oleh Nino Fernandez berkali-kali mengajaknya berdiskusi (diskusi atau ngajak kelahi sih...? :p) tentang konsep keimanan dan ketuhanan. Tokoh Marion yang mungkin tak akan muncul lagi di sekuel film ini sudah membuka jalan menuju rahasia Islam masa silam melalui artefak yang terserak tersebar di keluasan benua biru itu. Membuatku makin yakin dan cinta dengan agama yang kuanut saat ini. Makin memantapkan hati untuk ikut serta jadi agen muslim yang baik, melalui tindakan-tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Aku yakin, Hanum dan segenap tim produksi film ini akan makin aware pada detil-detil kecil untuk tetap menginspirasi penonton, misalnya dengan menangkap momen para aktor dan aktris di film ini yang makan dan minum dengan tangan kanan, tak lupa sambil duduk tentunya. Kunantikan juga kisah-kisah cahaya lain dari Eropa yang membuat bangga kita sebagai umat Islam, tidak hanya bangga dengan kejayaan Islam di masa silam, tapi juga menyemangati dan menginspirasi untuk selalu jadi agen muslim yang baik di masa kini dan masa depan. Keep inspiring, will you.

Minggu, 01 September 2013

Lomba resensi novel perioda 2, sudah DITUTUP ~ Hanum Rais

Novel perjalanan karya Hanum Rais, 99 Cahaya di Langit Eropa dan Berjalan di Atas Cahaya, mengundang begitu banyak orang untuk membaca dan mengapresiasi. Review mengenai buku-buku ini sudah tersebar di berbagai media, cetak maupun elektronik. Aku sendiri pun mengetahui mengenai buku ini dari beberapa review yang pernah kubaca di media. Akhirnya, beli juga bukunya. Menikmati setiap katanya, meresapi maknanya.
Kemudian kuketahui ada lomba terkait buku ini, lomba foto bersama buku 99 Cahaya di Langit Eropa. Aku sempat ikut serta berpartisipasi, tapi sayangnya, belum beruntung untuk mendapatkan hadiahnya, jalan-jalan ke salah satu negara di Eropa, Turki. Dan beberapa waktu kemudian, ada satu lomba lainnya terkait buku ini, lomba menulis resensi buku. Ah... terus terang, menulis resensi bukan termasuk bidang keahlianku. Kalau menulis curhatan dan kutuangkan dalam blog, itu aku suka, teramat suka. Tapi menulis resensi dengan tata aturan yang baku, ah... itu tidak sesuai dengan jiwaku. Jiaaah...
Lomba di periode pertama, terlewat kuikuti. Lomba periode kedua, yang tenggat waktunya akhir Agustus lalu, akhirnya bisa juga kuikuti. Dari 3 opsi cara mengikuti lomba ini, kupilih opsi ketiga, membuat video yang diunggah di YouTube. Kubuat file video berupa rangkaian gambar yang dipadu dengan lagu karyaku, kuikutkan video ini dalam lomba resensi tahap 2 ini.

Akhirnya Agustus pun lewat, Lomba resensi novel perioda 2, sudah DITUTUP ~ Hanum Rais
Kulihat namaku di urutan ke-8 dari 16 partisipan yang terdata hingga saat ini. Entah ya, apakah besok-lusa akan ada lagi informasi mengenai partisipan lainnya yang di-update oleh panitia (hm...? siapa sih panitianya? Mbak Hanum Rais dan team ya? :)) Ya, baiklah. Lomba sudah selesai digelar. Sekarang ini, hingga saatnya pengumuman, aku tinggal deg-degannya saja. Berharap menang? Setiap ikut lomba tentu ada harapan dan keinginan untuk memenangkan hadiahnya. Tapi apapun hasilnya, aku pasrahkan pada Allah, Sang Pemilik Cahaya. Dia tahu yang terbaik untukku. Bismillah saat menjalani semua langkah. Laa hawlaa walaa quwwata illaa billaah.

Kamis, 13 Juni 2013

LOMBA MENULIS PUISI "MERINDU RAMADAN"

Puisi? Terus terang saja, ini bukan bidang keahlianku. Tapi untuk kali ini, aku tertarik juga nih, karena untuk membahas Ramadan, aku bisa tiba-tiba puitis dan mellow abis. Untuk menampung curahan hatiku, puisi tentu bisa jadi ajang yang manis. Kalau kemudian diganjar hadiah berupa voucher penerbitan buku hingga nyaris gratis, mau dong, tentunya. Info lengkapnya sebagai berikut, sebagaimana yang kusalin dari sumbernya: Meta Kata.
Setelah sukses menyelenggarakan lomba menulis PUISI dan PROSA LIRIS "UCAP" pada bulan April 2013 sampai dengan bulan Mei 2013--kami--Penerbit Meta Kata bermaksud kembali menyelenggarakan lomba menulis PUISI. Tentunya dengan tema yang lebih SEGAR dan lebih MENANTANG. Baiklah, berikut persyaratan lengkap bagi kawan-kawan yang hendak ikut berpartisipasi sebagai peserta:

Lomba terbuka untuk umum.
Membagikan info lomba ini ke minimal 11 teman di jejaring sosial facebook, twitter, atau posting di blog pribadi (pilih salah satu).
Like FansPage "Penerbit Meta Kata" (http://www.facebook.com/PenerbitMetaKata)
Tema: MERINDU RAMADHAN
Naskah dalam bentuk PUISI, maksimal 3 bait/11 baris (termasuk judul), dengan format file Ms Word 2003/2007, kertas ukuran A4, font TNR 12pt, spasi 1.5, margin rata-rata 3 cm untuk setiap sisi. 
Naskah merupakan karya asli penulis dan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk buku. 
Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirim 1 naskah terbaiknya, lengkap dengan biodata narasi, maksimal 30 kata (nama, akun facebook, dan alamat email). 
Naskah yang telah memenuhi persyaratan di atas, dikirim ke email: redaksi.metakata@gmail.com (berupa lampiran, bukan di badan email), dengan subyek email: MR_JUDUL NASKAH_NAMA PENULIS dan NAMA FILE disesuaikan dengan NAMA PENULIS.
Pengiriman naskah dibuka mulai tanggal 12 Juni 2013 s.d 23 Juni 2013 pukul 11:00 WIB (hanya 11 hari)
Hasil lomba akan diumumkan pada tanggal 26 Juni 2013 di blog resmi Penerbit Meta Kata
89 naskah terpilih akan dibukukan dalam bentuk Antologi Puisi dan masing-masing Penyair mendapat diskon 20% dalam pembelian buku terbit + diskon 20% dalam pembelian buku-buku terbitan Meta Kata dan 11 Penyair dengan naskah terbaik akan mendapatkan hadiah tambahan berikut. 

Terbaik I: Paket Buku + Voucher Penerbitan Senilai Rp 150.000 + E-Sertifikat
Terbaik II: Paket E-Book + Voucher Penerbitan Senilai Rp 150.000 + E-Sertifikat
Terbaik III: Paket E-Book + Voucher Penerbitan Senilai Rp 100.000 + E-Sertifikat
Terbaik IV: Paket E-Book + Voucer Penerbitan Senilai Rp 75.000 + E-Sertifikat 
Terbaik V: Paket E-Book + Voucer Penerbitan Senilai Rp 50.000 + E-Sertifikat
Terbaik VI: Paket E-book + E-Sertifikat
Terbaik VII: Paket E-book + E-Sertifikat
Terbaik VIII: Paket E-book + E-Sertifikat
Terbaik IX: Paket E-book + E-Sertifikat 
Terbaik X: Paket E-book + E-Sertifikat 
Terbaik XI: Paket E-book + E-sertifikat
Hadiah dalam bentuk voucer penerbitan, tidak dapat diuangkan atau digabung dengan voucer penerbitan lainnya dan hanya berlaku untuk paket penerbitan #PERSEORANGAN Rp 500.00 di Penerbit Meta Kata
Demikian pengumuman lomba PUISI terbaru kami. Selamat berkarya melalui goresan pena!!!

Minggu, 09 Juni 2013

Lomba Review Buku Berhadiah Umrah

Buku karya Hanum Salsabiela Rais, 99 Cahaya Di Langit Eropa merupakan sebuah fenomena. Menyambung kesuksesan buku itu, kisah berlanjut dengan sebuah buku lainnya, Berjalan di Atas Cahaya. Keduanya menarik, walaupun kisah di dalamnya terasa masih kurang panjang, menurutku. Masih ingin lanjutan kisah-kisah lainnya, penemuan cahaya di benua biru itu. Jadi ingin baca lagi, buat resensinya, publikasikan, dan dapatkan hadiah berupa paket umrah. Subhanallah. InsyaAllah.
Untuk mendapatkan hadiah semenarik itu, tentu perlu usaha ekstra. Tidak asal ikut serta, lalu sekedar menanti keberuntungan melalui undian. Cermati bukunya, tulis resensinya, publikasikan di media cetak atau media online. Persyaratan serta info lengkapnya bisa dilihat di sini.

Jumat, 05 April 2013

Lomba Menulis Surat

Info dari penerbit Bentang. Menurutku, ini menarik karena melalui lomba ini, kebiasaan (baik) menulis surat dengan tulisan tangan ingin kembali digiatkan. Ini dia infonya:

Lomba Surat Kartini: "Habis Gelap Terbitlah Terang"

Halo pembaca buku bentang, selamat Bulan April! :D
Memasuki bulan April, apa sih yang pertama kali terlintas di pikaranmu? Yup, Hari Kartini!

Teman-teman tentu tahu dong kalau setiap tanggal 21 April selalu diperingati sebagai Hari Kartini? Yup, Raden Adjeng Kartini atau Kartini merupakan Pahlawan Kemerdekaan Nasional seperti yang telah ditetapkan oleh Presiden Soekarno dengan surat Keputusan presiden Indonesia No. 108 Tahun 1964. Berkat pemikirannya dan ketertarikannya pada kemajuan berpikir perempuan-perempuan Indonesia yang pada saat itu berada di status sosial yang rendah, Kartini memiliki andil yang besar dalam memajukan pendidikan perempuan Indonesia.

Sedikit tentang sejarah kartini, Kartini dulu bersekolah di ELS (Europese Lagere School) sampai usianya 12 tahun. Salah satu pelajaran dalam sekolahnya adalah Bahasa Belanda. Hal itulah yang kemudian membuatnya belajar menulis surat pada teman-teman korespondensinya yang berasal dari Belanda, salah satunya adalah Rosa Abendanon. Kartini sangat tertarik pada kemajuan berpikir perempuan-perempuan Kumpulan surat-surat itu kemudian dibukukan dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Memperingati Hari Kartini, Bentang mengadakan Lomba Surat Kartini: "Habis Gelap Terbitlah Terang". Berikut persyaratannya:
Lomba ini terbuka untuk umum, pria ataupun perempuan.
Surat ditulis tangan. Tidak boleh diketik.
Panjang surat maksimal dua halaman A4.
Buatlah surat sekreatif mungkin.
Tema yang diangakat dalam surat adalah "Habis Gelap Terbitlah Terang".
Surat ditujukan kepada siapa saja yang menginspirasi kamu (misal: untuk orangtua, sahabat, pacar, dll)
Tiap orang boleh mengirim lebih dari satu surat. (Jumlah surat yang kamu kirim tidak berpengaruh pada proses penjurian. Satu nama hanya bisa menang satu kali)
Sertakan juga data diri kamu (nama, alamat lengkap, nomer telepon, akun twitter) di lembar yang terpisah
Periode pengiriman surat mulai tanggal 4 April 2013- 21 April 2013 (cap pos)
Surat dikirim dalam amplop tertutup ke:

BENTANG PUSTAKA
Jl. Kalimantan No.G-9A Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta.
Tlp (0274) 886010

Peserta tidak dipungut biaya apapun. Akan ada dua pemenang dalam lomba ini, yaitu:
  • Pemenang dengan kategori surat paling kreatif
  • Pemenang dengan kategori surat paling menyentuh
Kedua pemenang itu masing-masing akan mendapatkan satu paket buku (berisi empat buku) dari Bentang Pustaka yang bisa kamu pilih sendiri! Selain itu, surat pemenang akan dipublikasikan di blog Bentang! :D Sudah cukup tertantang? Ayo tuangkan pikiranmu dalam surat dan kirimkan ke Bentang! :D
Info diambil dari blog PustakaBentang

Sabtu, 30 Maret 2013

Kuis HalamanMoeka Maret-April 2013

Kuis menarik diselenggarakan oleh HalamanMoeka, khusus bagi member Toko Buku Online HalamanMoeka di FB group. Tema kuis kali ini:

“Andai Saya Bertemu….”

Hadiah:
- Collector’s Edition: And to Think That I Saw It On Mulberry Street karya Dr Seuss penerbit A Vanguard Press Book (hardcover berjaket)
- Tini: Hari Rabu yang Istimewa karya Gilbert Delahaye & Marcel Marlier, penerbit Gramedia Pustaka Utama
- Rumah Kecil di Rimba Besar karya Laura Ingalls Wilder dengan ilustrasi karya Garth Williams, penerbit BPK
- Christopher Robin Gives Pooh a Party karya AA Milne, dengan ilustrasi karya Ernest Shepard, penerbit Dutton Children's Book (boardbook)
Tema: Andai saya bertemu penulis atau ilustrator buku hadiah kuis kali ini. 
Ketentuan Tema:
1. Peserta memilih satu buku idaman dari hadiah kuis, lalu menjawab pertanyaan kuis. Misalkan: “Buku idaman saya adalah Rumah Kecil di Rimba Besar. Andai saya bertemu Laura Ingalls, maka saya akan…”
2. Peserta boleh memilih berandai-andai bertemu dengan penulis atau ilustratornya. Misalkan: untuk buku Tini, boleh memilih berandai-andai bertemu Gilbert Delahaye ataupun Marcel Marlier.
3. Jawaban minimal 1 paragraf, maksimal 3 halaman A4. Boleh diketik di badan e-mail maupun dilampirkan dalam dokumen Microsoft Word. 
4. Jika terlampir dalam format dokumen Microsoft Word, mohon diberi judul dokumen: “Kuis HM Books April 2013-Nama Anda”
5. Jawaban kuis boleh menggunakan bahasa Indonesia, maupun bahasa Inggris
Ketentuan Peserta:
2. Setiap peserta hanya boleh mengirim jawaban kuis satu kali
3. Jawaban dikirim via e-mail ke: halamanmoeka@gmail.com CC punya_retno@yahoo.com dengan subjek e-mail: “Andai Saya Bertemu…” (Nama Anda)
4. Di akhir jawaban kuis, harap mencantumkan alamat pengiriman di Indonesia beserta nomor ponsel yang bisa dihubungi. 
5. Jawaban dikirim selambat-lambatnya Rabu, 3 April 2013
6. Pemenang diumumkan pada Jumat, 5 April 2013
Ketentuan Pemenang:
1. Satu pemenang berhak memperoleh satu buku idaman
2. Ongkir ditanggung HalamanMoeka.com, dengan alamat pengiriman di Indonesia
Selamat berandai-andai :) Terima kasih.
Info kuis ini dicontek abis dari info di FB group HalamanMoeka. Saya cuma bantu meneruskan info saja.
Saya sendiri, mau pilih yang mana ya? Semuanya suka. Dr. Seuss punya imajinasi liar yang dengan kemampuan berpikir out of the box-nya bisa membawa otak kita terpacu untuk mengimbangi kreativitasnya. Laura Ingalls adalah cerita klasik American pioneer yang tak kalah menginspirasi. Sementara itu, A. A. Milne dengan pasangan duetnya Ernest H. Shepard membuat kisah Pooh si beruang madu bersama teman-temannya jadi inspirasi persahabatan yang manis. Dan duet lainnya adalah Gilbert Delahaye & Marcel Marlier yang sukses mempopulerkan serial Tini (dalam bahasa aslinya, tokoh Tini sebetulnya bernama Martine) dengan gambar-gambar yang manis, cantik, dan juga sangat bersahabat untuk anak-anak. Duuh... saya pilih yang mana ya? #GalauTingkatDewa

Senin, 11 Maret 2013

Ass...salaamu'alaikum

Suka gemes aja kalau membaca sms atau e-mail yang diawali dengan "Ass..." Saya tahu, maksudnya baik, ingin mendoakan si penerima pesan. Tapi dengan menyingkatnya karena merasa adanya keterbatasan karakter tulisan justru membuat maknanya tidak lagi tepat, bahkan jadi salah luar biasa. Terlebih lagi ketika pesan singkat itu disampaikan dalam bahasa Inggris.
Mari kita cek arti kata 'ass' ini. Saya ambil dari oxforddictionary.com.

Definition of ass

I. noun
1. a hoofed mammal of the horse family, which is typically smaller than a horse and has longer ears and a braying call.
Genus Equus, family Equidae: E. africanus of Africa, which is the ancestor of the domestic ass or donkey, and E. hemionus of Asia 
(in general use) a donkey.
2. British informal a foolish or stupid person:that ass of a young man Definition of ass
II. noun North American vulgar slang
a person’s buttocks or anus.
[mass noun] women regarded as a source of sexual gratification.
oneself (used in phrases for emphasis).

Terjemahan bebasnya sih:
I. Ass yang pertama:
1. binatang serupa kuda dengan telinga panjang yang dikenal juga dengan nama keledai.
2. ungkapan informal untuk menyebut seseorang yang dungu.
II. Ass yang kedua:
bagian belakang badan seseorang alias (maaf ya) pantat atau bokong.
Jadi, jika sudah tahu maknanya seperti terpapar di atas, masihkah Anda akan mengawali pesan singkat atau surat pendek Anda dengan 'salam' serupa? 

Senin, 25 Februari 2013

Di vs Di

sumber gambar: slametux.blogdetik.com
Sering merasa 'gatal mata' kalau baca tulisan atau bahkan status teman-teman di halaman jejaring sosial yang sesukanya saja tabrak aturan kebahasaan. Salah satu yang teramat sering kulihat adalah kesalahan penggunaan 'di' sebagai kata depan dengan 'di' sebagai awalan. Hm... atau mungkin mereka tidak ingat aturan kebahasaan yang dulu pernah diajarkan di bangku sekolah? :(
Boleh berbagi sedikit tips ya, untuk membedakan 'di' sebagai kata depan dengan 'di' sebagai awalan. Bisa cek tips resminya di halaman wikipedia berikut ini: http://id.wikipedia.org/wiki/Preposisi
Tapi buat gampangnya sih tanyakan pertanyaan berikut ini:
Jika bisa menjawab pertanyaan 'di mana'? maka 'di' dengan kata berikutnya harus dipisah. Misalnya: di samping, di depan, dsb.
Jika bisa menjawab pertanyaan 'diapakan'? maka 'di' dengan kata berikutnya harus disatukan. Misalnya: diperbaiki, diangkat, didengar, diubah, dimakan, dsb.
Yuk, kita perhatikan lagi detil-detil kecil dalam tulisan kita, kalimat yang kita tulis, termasuk pemilihan kata yang tepat. Karena sungguh benar bahwa bahasa menunjukkan bangsa. Jika Anda tidak mempedulikan kaidah kebahasaan, rasanya tidak salah jika orang menduga bahwa (mungkin) Anda pun merupakan orang yang kurang peduli. Benarkah? 

Minggu, 13 Januari 2013

Reading Challenge 2013

Sudah 3 tahun ini Goodreads.com menggelar event Reading Challenge. Dan kali ini pun aku ikut berpartisipasi. Lagi. Tahun ini target bacaku kupatok 24 buku dalam setahun. Tak muluk-muluklah,  mengingat kesibukanku sehari-hari. Dan segera kumulai aktivitas membacaku.
Dimulai dengan sebuah buku yang berhasil mencuri perhatianku di rak toko buku, namun pada akhirnya aku merasa 'tertipu'. Ah... sudahlah, yang jelas itu jadi buku pertama yang kutuntaskan untuk dibaca di tahun 2013 ini. Dan berikutnya, sudah banyak buku dalam antrian, menunggu untuk dituntaskan. Aku siap membaca secara simultan, termasuk dua buku seri Chicken Soup yang kukoleksi di awal tahun ini.
Goodreads memberi alat dukung berupa beragam tools dan fitur yang bisa digunakan untuk memantau perkembangan target baca kita. Aku sendiri memasang 3 widget di blog ini, selain update otomatis ke jejaring sosial. Ini jadi pengingat untuk memantau perkembangan target baca yang sudah kutetapkan. 

Minggu, 27 Mei 2012

Meraup 99 Cahaya di Langit Eropa

Menapak jejak sejarah Islam melalui buku ini, aku merasa diajak ikut menyingkap satu demi satu berkas 99 cahaya di langit Eropa. Rumitnya rantai sejarah terpapar dengan begitu indah di buku ini, mengupas rahasia kejayaan Islam di masa lalu. Sangat menginspirasi. Wanna see them with my own eyes. Europe: my next destination, then ;) Insya Allah. 
Bersama 99 Cahaya di Langit Eropa.
Melalui buku ini aku belajar lagi beberapa fakta sejarah Islam di Eropa. Aku sempat belajar tentang sejarah (Seni Rupa dan peradaban) Islam ketika masih kuliah, yang disampaikan dengan cara begitu-begitu saja. Berbekal diktat hasil fotokopi yang gambar-gambarnya hitam buram agak tak jelas, mata kuliah itu tak pernah jadi favoritku. Tapi di buku ini, Hanum Rais bisa banget mengemas beberapa catatan sejarah peradaban Islam dan memaparkannya dengan manis. Jika ditambahkan beberapa gambar lagi dalam bukunya, kurasa buku ini bisa jadi referensi pendamping untuk mata kuliah sejarah seni rupa atau sejarah peradaban Islam :) 
Dalam buku ini, Hanum juga memaparkan beberapa fakta sejarah berupa adanya tautan antara Islam dengan Eropa di masa lalu yang disampaikan dengan gaya bertutur berupa fiksi dalam novel perjalanan ini. Dalam perjalanannya menjelajahi beberapa kota di Eropa, antara lain: Wina, Paris, Cordoba, Granada, dan Istanbul, Hanum seringkali mendapat teman pendamping perjalanan yang bergantian. Dari pendamping perjalanannya, Hanum mendapatkan berbagai fakta luar biasa yang kemudian dituturkannya dalam buku ini. Pernik-pernik fakta menarik ini, yang tidak diketahui banyak orang, menjadikan buku ini memiliki nilai tambah. Membuatku terperangah karena bukti-bukti menunjukkan bahwa sungguh, Islam pernah berjaya di Eropa sana.
Gaya bertutur Hanum dalam novel ini mengalir dengan lancar. Banyak pesan disampaikan dengan cara yang cantik. Tentang peradaban Islam yang (pernah) memukau, tentang keagungan tokoh-tokoh muslim masa lalu, juga ungkapan hati dan isi kepala sosok-sosok muslim/muslimah masa kini yang berhasil berdakwah dengan cara yang santun, menjadi agen muslim yang baik di Eropa sana. Masih sangat aplikatif untuk diterapkan di masa kini. 
Melalui tokoh Fatma, Hanum menyampaikan pesan dakwah yang cantik, untuk membalas perlakukan buruk non muslim dengan kebaikan (Hanum juga mengungkap fakta kecil tentang croissant). Fatma pun berhasil menjadi lulusan terbaik dalam kursus bahasa Jerman yang mereka ikuti, padahal dia 'hanyalah' muslimah biasa, seorang imigran dari Turki yang dengan caranya sendiri, sukses menjadi agen Islam yang baik.  
Melalui tokoh Marion yang menjadi pendamping Hanum selama di Paris dan mengunjungi Museum Louvre dan Arc de Triomphe, aku merasa ikut 'terseret' masuk untuk menelusuri "rahasia-rahasia" keagungan Islam di masa lalu yang mungkin tak banyak kita ketahui. Cantiknya La Grande Mosquée du Paris -masjid akbar Paris- pun rasanya seperti terbentang di depan mata melalui penuturan Hanum dalam buku ini. 
Melalui Der Wiener Deewan, sebuah restoran berkonsep "All you can eat, pay as you wish" di Wina, makna ikhlas dan syukur pun dipaparkan. Sungguh, jika kamu bersyukur maka Allah akan menambah nikmat itu.
Masih banyak lagi kepingan perjalanan Hanum yang membuatku tersadar, betapa Islam begitu mulia dan agung. Ajaran Islam adalah konsep yang paripurna, umatnya-lah yang membuat imej Islam menjadi buruk. Ketulusan Hanum untuk berbagi catatan pengalamannya melalui buku ini berhasil menginspirasi, menumbuhkan kembali rasa bangga sebagai seorang Muslim dan betapa indahnya agama Islam di saat banyak persepsi  negatif bermunculan.
Mencontoh Fatma, aku ingin menjadi agen Islam yang baik. Bismillah, semoga Allah memberi kemudahan. Selain itu, mencontoh penulis buku ini, Hanum, aku juga ingin menjelajah Eropa dan melihat sendiri berbagai peninggalan kejayaan Islam di masa lalu, mencocokkan data sejarah yang kudapat saat kuliah untuk kujadikan referensi agar bisa jadi agen Islam yang (lebih) baik. Insya Allah.

Minggu, 15 April 2012

Baca Buku Fanda: Name In A Book Challenge 2012

Challenge dari Fanda. Saya forward di sini ya. Terlambat 4 bulan sih, tapi masih sangat bisa diikuti. Marii...!
Yay..tahun 2012 sudah hampir tiba! Buku-buku apa yang akan kubaca di tahun 2012 ya? Supaya asyik, aku bakal ikut beberapa reading challenge versi Baca Buku Fanda:
Name In A Book Challenge 2012
Tantangannya adalah membacabuku-buku fiksi yangmengandung nama orang di judulnya (nama orang lho, bukan hewan). Misalnya saja: Sarah's Key, Iblis & Miss Prym, Harry Potter & the Deathly Hallows.
Ini aturannya:
1. Buku harus fiksi, bukan non fiksi (biografi / memoar/ buku rohani).
2. Nama yang ada di judul adalah nama seseorang, bukan nama hewan peliharaan, bukan grup/perkumpulan (mis. The Mysterious Benedict Society).
3. Boleh nama lengkap, boleh nama panggilan, tapi bukan nama sandi (mis.The Day of the Jackal).
4. Membaca minimal 6 buku (lebih boleh dong) untuk reading challenge ini, mulai 1 Januari s/d 31 Desember 2012.
5. Boleh digabung dengan reading challenge lainnya yang kalian ikuti.
6. Judul yang sudah dicantumkan dari awal, boleh diganti dengan yang lain.
7. Pasang button Name In A Book Challenge 2012 di blogmu.
Gampang kan?
Saya juga mau ikut berpartisipasi, sambil mulai mengecek koleksi buku. Mana saja ya yang mengandung nama orang di judulnya. Bagaimana dengan Anda?