Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 September 2013

Lomba resensi novel perioda 2, sudah DITUTUP ~ Hanum Rais

Novel perjalanan karya Hanum Rais, 99 Cahaya di Langit Eropa dan Berjalan di Atas Cahaya, mengundang begitu banyak orang untuk membaca dan mengapresiasi. Review mengenai buku-buku ini sudah tersebar di berbagai media, cetak maupun elektronik. Aku sendiri pun mengetahui mengenai buku ini dari beberapa review yang pernah kubaca di media. Akhirnya, beli juga bukunya. Menikmati setiap katanya, meresapi maknanya.
Kemudian kuketahui ada lomba terkait buku ini, lomba foto bersama buku 99 Cahaya di Langit Eropa. Aku sempat ikut serta berpartisipasi, tapi sayangnya, belum beruntung untuk mendapatkan hadiahnya, jalan-jalan ke salah satu negara di Eropa, Turki. Dan beberapa waktu kemudian, ada satu lomba lainnya terkait buku ini, lomba menulis resensi buku. Ah... terus terang, menulis resensi bukan termasuk bidang keahlianku. Kalau menulis curhatan dan kutuangkan dalam blog, itu aku suka, teramat suka. Tapi menulis resensi dengan tata aturan yang baku, ah... itu tidak sesuai dengan jiwaku. Jiaaah...
Lomba di periode pertama, terlewat kuikuti. Lomba periode kedua, yang tenggat waktunya akhir Agustus lalu, akhirnya bisa juga kuikuti. Dari 3 opsi cara mengikuti lomba ini, kupilih opsi ketiga, membuat video yang diunggah di YouTube. Kubuat file video berupa rangkaian gambar yang dipadu dengan lagu karyaku, kuikutkan video ini dalam lomba resensi tahap 2 ini.

Akhirnya Agustus pun lewat, Lomba resensi novel perioda 2, sudah DITUTUP ~ Hanum Rais
Kulihat namaku di urutan ke-8 dari 16 partisipan yang terdata hingga saat ini. Entah ya, apakah besok-lusa akan ada lagi informasi mengenai partisipan lainnya yang di-update oleh panitia (hm...? siapa sih panitianya? Mbak Hanum Rais dan team ya? :)) Ya, baiklah. Lomba sudah selesai digelar. Sekarang ini, hingga saatnya pengumuman, aku tinggal deg-degannya saja. Berharap menang? Setiap ikut lomba tentu ada harapan dan keinginan untuk memenangkan hadiahnya. Tapi apapun hasilnya, aku pasrahkan pada Allah, Sang Pemilik Cahaya. Dia tahu yang terbaik untukku. Bismillah saat menjalani semua langkah. Laa hawlaa walaa quwwata illaa billaah.

Minggu, 09 Juni 2013

Lomba Review Buku Berhadiah Umrah

Buku karya Hanum Salsabiela Rais, 99 Cahaya Di Langit Eropa merupakan sebuah fenomena. Menyambung kesuksesan buku itu, kisah berlanjut dengan sebuah buku lainnya, Berjalan di Atas Cahaya. Keduanya menarik, walaupun kisah di dalamnya terasa masih kurang panjang, menurutku. Masih ingin lanjutan kisah-kisah lainnya, penemuan cahaya di benua biru itu. Jadi ingin baca lagi, buat resensinya, publikasikan, dan dapatkan hadiah berupa paket umrah. Subhanallah. InsyaAllah.
Untuk mendapatkan hadiah semenarik itu, tentu perlu usaha ekstra. Tidak asal ikut serta, lalu sekedar menanti keberuntungan melalui undian. Cermati bukunya, tulis resensinya, publikasikan di media cetak atau media online. Persyaratan serta info lengkapnya bisa dilihat di sini.

Minggu, 13 Januari 2013

Reading Challenge 2013

Sudah 3 tahun ini Goodreads.com menggelar event Reading Challenge. Dan kali ini pun aku ikut berpartisipasi. Lagi. Tahun ini target bacaku kupatok 24 buku dalam setahun. Tak muluk-muluklah,  mengingat kesibukanku sehari-hari. Dan segera kumulai aktivitas membacaku.
Dimulai dengan sebuah buku yang berhasil mencuri perhatianku di rak toko buku, namun pada akhirnya aku merasa 'tertipu'. Ah... sudahlah, yang jelas itu jadi buku pertama yang kutuntaskan untuk dibaca di tahun 2013 ini. Dan berikutnya, sudah banyak buku dalam antrian, menunggu untuk dituntaskan. Aku siap membaca secara simultan, termasuk dua buku seri Chicken Soup yang kukoleksi di awal tahun ini.
Goodreads memberi alat dukung berupa beragam tools dan fitur yang bisa digunakan untuk memantau perkembangan target baca kita. Aku sendiri memasang 3 widget di blog ini, selain update otomatis ke jejaring sosial. Ini jadi pengingat untuk memantau perkembangan target baca yang sudah kutetapkan. 

Minggu, 27 Mei 2012

Meraup 99 Cahaya di Langit Eropa

Menapak jejak sejarah Islam melalui buku ini, aku merasa diajak ikut menyingkap satu demi satu berkas 99 cahaya di langit Eropa. Rumitnya rantai sejarah terpapar dengan begitu indah di buku ini, mengupas rahasia kejayaan Islam di masa lalu. Sangat menginspirasi. Wanna see them with my own eyes. Europe: my next destination, then ;) Insya Allah. 
Bersama 99 Cahaya di Langit Eropa.
Melalui buku ini aku belajar lagi beberapa fakta sejarah Islam di Eropa. Aku sempat belajar tentang sejarah (Seni Rupa dan peradaban) Islam ketika masih kuliah, yang disampaikan dengan cara begitu-begitu saja. Berbekal diktat hasil fotokopi yang gambar-gambarnya hitam buram agak tak jelas, mata kuliah itu tak pernah jadi favoritku. Tapi di buku ini, Hanum Rais bisa banget mengemas beberapa catatan sejarah peradaban Islam dan memaparkannya dengan manis. Jika ditambahkan beberapa gambar lagi dalam bukunya, kurasa buku ini bisa jadi referensi pendamping untuk mata kuliah sejarah seni rupa atau sejarah peradaban Islam :) 
Dalam buku ini, Hanum juga memaparkan beberapa fakta sejarah berupa adanya tautan antara Islam dengan Eropa di masa lalu yang disampaikan dengan gaya bertutur berupa fiksi dalam novel perjalanan ini. Dalam perjalanannya menjelajahi beberapa kota di Eropa, antara lain: Wina, Paris, Cordoba, Granada, dan Istanbul, Hanum seringkali mendapat teman pendamping perjalanan yang bergantian. Dari pendamping perjalanannya, Hanum mendapatkan berbagai fakta luar biasa yang kemudian dituturkannya dalam buku ini. Pernik-pernik fakta menarik ini, yang tidak diketahui banyak orang, menjadikan buku ini memiliki nilai tambah. Membuatku terperangah karena bukti-bukti menunjukkan bahwa sungguh, Islam pernah berjaya di Eropa sana.
Gaya bertutur Hanum dalam novel ini mengalir dengan lancar. Banyak pesan disampaikan dengan cara yang cantik. Tentang peradaban Islam yang (pernah) memukau, tentang keagungan tokoh-tokoh muslim masa lalu, juga ungkapan hati dan isi kepala sosok-sosok muslim/muslimah masa kini yang berhasil berdakwah dengan cara yang santun, menjadi agen muslim yang baik di Eropa sana. Masih sangat aplikatif untuk diterapkan di masa kini. 
Melalui tokoh Fatma, Hanum menyampaikan pesan dakwah yang cantik, untuk membalas perlakukan buruk non muslim dengan kebaikan (Hanum juga mengungkap fakta kecil tentang croissant). Fatma pun berhasil menjadi lulusan terbaik dalam kursus bahasa Jerman yang mereka ikuti, padahal dia 'hanyalah' muslimah biasa, seorang imigran dari Turki yang dengan caranya sendiri, sukses menjadi agen Islam yang baik.  
Melalui tokoh Marion yang menjadi pendamping Hanum selama di Paris dan mengunjungi Museum Louvre dan Arc de Triomphe, aku merasa ikut 'terseret' masuk untuk menelusuri "rahasia-rahasia" keagungan Islam di masa lalu yang mungkin tak banyak kita ketahui. Cantiknya La Grande Mosquée du Paris -masjid akbar Paris- pun rasanya seperti terbentang di depan mata melalui penuturan Hanum dalam buku ini. 
Melalui Der Wiener Deewan, sebuah restoran berkonsep "All you can eat, pay as you wish" di Wina, makna ikhlas dan syukur pun dipaparkan. Sungguh, jika kamu bersyukur maka Allah akan menambah nikmat itu.
Masih banyak lagi kepingan perjalanan Hanum yang membuatku tersadar, betapa Islam begitu mulia dan agung. Ajaran Islam adalah konsep yang paripurna, umatnya-lah yang membuat imej Islam menjadi buruk. Ketulusan Hanum untuk berbagi catatan pengalamannya melalui buku ini berhasil menginspirasi, menumbuhkan kembali rasa bangga sebagai seorang Muslim dan betapa indahnya agama Islam di saat banyak persepsi  negatif bermunculan.
Mencontoh Fatma, aku ingin menjadi agen Islam yang baik. Bismillah, semoga Allah memberi kemudahan. Selain itu, mencontoh penulis buku ini, Hanum, aku juga ingin menjelajah Eropa dan melihat sendiri berbagai peninggalan kejayaan Islam di masa lalu, mencocokkan data sejarah yang kudapat saat kuliah untuk kujadikan referensi agar bisa jadi agen Islam yang (lebih) baik. Insya Allah.

Minggu, 15 April 2012

Baca Buku Fanda: Name In A Book Challenge 2012

Challenge dari Fanda. Saya forward di sini ya. Terlambat 4 bulan sih, tapi masih sangat bisa diikuti. Marii...!
Yay..tahun 2012 sudah hampir tiba! Buku-buku apa yang akan kubaca di tahun 2012 ya? Supaya asyik, aku bakal ikut beberapa reading challenge versi Baca Buku Fanda:
Name In A Book Challenge 2012
Tantangannya adalah membacabuku-buku fiksi yangmengandung nama orang di judulnya (nama orang lho, bukan hewan). Misalnya saja: Sarah's Key, Iblis & Miss Prym, Harry Potter & the Deathly Hallows.
Ini aturannya:
1. Buku harus fiksi, bukan non fiksi (biografi / memoar/ buku rohani).
2. Nama yang ada di judul adalah nama seseorang, bukan nama hewan peliharaan, bukan grup/perkumpulan (mis. The Mysterious Benedict Society).
3. Boleh nama lengkap, boleh nama panggilan, tapi bukan nama sandi (mis.The Day of the Jackal).
4. Membaca minimal 6 buku (lebih boleh dong) untuk reading challenge ini, mulai 1 Januari s/d 31 Desember 2012.
5. Boleh digabung dengan reading challenge lainnya yang kalian ikuti.
6. Judul yang sudah dicantumkan dari awal, boleh diganti dengan yang lain.
7. Pasang button Name In A Book Challenge 2012 di blogmu.
Gampang kan?
Saya juga mau ikut berpartisipasi, sambil mulai mengecek koleksi buku. Mana saja ya yang mengandung nama orang di judulnya. Bagaimana dengan Anda?

Kamis, 18 Agustus 2011

Sayembara Berhadiah Paket Penerbitan Buku

Menerbitkanbuku.blogspot.com bekerjasama dengan toko buku Halamanmoeka menyelenggarakan sayembara penulisan buku berhadiah paket penerbitan buku dengan sistem Print on Demand. Berikut ini informasinya:
Kami, Jasa Penerbitan Buku: Print on Demand, mengadakan sayembara penerbitan buku. Sayembara ini diadakan untuk menandai diluncurkannya jasa penerbitan buku dengan sistem print on demand (POD) pada weblog menerbitkanbuku.blogspot.com. Jasa penerbitan dengan sistem ini memungkinkan penulis untuk menerbitkan buku dalam jumlah minimal, bahkan bisa hanya 1 eksemplar saja. Murah, cepat, dan mudah didapatkan!

Sayembara berupa penilaian naskah buku, memperebutkan 3 pemenang untuk mendapatkan paket penerbitan buku dengan print on demand:
  1. Naskah pemenang akan mendapat pengeditan dari tim kami (hanya EYD dan penyelarasan tata bahasa – tidak termasuk konten).
  2. Layout dengan keterbacaan yang memadai.
  3. Desain cover.
  4. Ukuran buku A5
  5. Mendapat buku  2 eksemplar
Keuntungan bila Anda menang adalah:
  1. Mengetahui bahwa naskah buku Anda bermutu, karenanya bisa mengalahkan peserta lain.
  2. Naskah buku Anda akan dijadikan buku, selayak buku pada umumnya.
  3. Anda bisa menawarkan kepada penerbit dalam bentuk buku, yang tentu nilai tawarnya lebih tinggi daripada naskah mentah.
  4. Anda bisa langsung menjualnya dengan sistem on demand dengan menitipjualkannya di Toko Buku Online HalamanMoeka.com
  5. Hak terbit secara masal dan hak jual sepenuhnya milik penulis, termasuk juga menjual naskah yang sudah menjadi buku tersebut ke penerbit lain.
Keuntungan bila Anda kalah:
Anda akan mendapatkan penawaran untuk menerbitkan buku secara indie dengan paket regular di tempat kami. Diskon 10% dari harga paket. Untuk ketentuan paket regular, bisa dilihat di SINI.

Kriteria Naskah:
  1. Naskah adalah karya asli, baik sendiri maupun kelompok.
  2. Naskah belum pernah diterbitkan dan tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara lain.
  3. Naskah bergenre fiksi (hanya untuk cerpen dan novel), diketik dengan rapi ukuran A4, spasi 1,5 dan tebal maksimal 150 halaman.
  4. Bentuk naskah berupa teks tanpa gambar. Jika naskah bergambar, tidak boleh melebihi 5% dari isi keseluruhan.
Penilaian Naskah:
Naskah akan dinilai dari penggunaan logika kalimat (benar dan mudah dipahami), kekayaan diksi, bobot isi cerita, dan daya tarik cerita. Selain itu keutuhan dan keterpaduan isi cerita juga akan dinilai, dan hal-hal lain yang mendukung kesempurnaan cerita.

Syarat dan Ketentuan:
  1. Pendaftaran/pengiriman naskah dimulai tanggal 12 – 30 September 2011
  2. Peserta hanya boleh mengirimkan 1 naskah terbaiknya.
  3. Naskah dikirim dalam attachment memalui email terbit.buku@gmail.com dengan subjek Sayembara Penerbitan Buku POD.
  4. Peserta ikut menyebarluaskan informasi ini dengan memuatnya di notes FB dan tag minimal 25 teman, termasuk facebook.com/halamanmoeka dan atau memposting di blog pribadi peserta dan atau mengirim email ke 20 teman dan CC ke email terbit.buku@gmail.com (pilih salah satu yang memudahkan Anda).
  5. Penjurian akan dilakukan oleh tim kami dan keputusan juri bersifat final.
  6. Pemenang akan diumumkan pada tanggal 20 Oktober 2011 di weblog menerbitkanbuku.blogspot.com dan di FB Halaman Moeka (facebook.com/halamanmoeka). 
Hormat Kami, 
Tim Jasa Penerbitan Buku POD
YM: akil_catur
Mobile: 081325494096

Minggu, 12 Desember 2010

15 Penulis Paling Berpengaruh

The Rules: Don't take too long to think about it. Fifteen authors (poets included) who've influenced you and that will always stick with you. List the first fifteen you can recall in no more than fifteen minutes. Tag at least fifteen friends, including me, because I'm interested in seeing what authors my friends choose. (To do this, go to your Notes tab on your profile page, paste rules in a new note, cast your fifteen picks, and tag people in the note.)
Itu yang kuambil dari halaman catatan beberapa teman pecinta baca di facebook. Kupikir, daripada menulis di note facebook, lebih baik aku tulis di blog ini saja. Menuliskan 15 pengarang paling berpengaruh? Hm... mungkin pengarang paling berkesan, kali ya. Soal berpengaruh atau tidaknya, aku tidak bisa memastikan ;) Berikut ini daftarnya:
  1. Enyd Blyton. Kufavoritkan semua karyanya. Lima Sekawan, Sapta Siaga, seri sekolah berasrama, sebutkan apa saja, aku suka semua.
  2. Laura Ingalls Wilder. Seluruh karyanya, serial Rumah Kecil, sudah habis kubaca sejak kecil dulu, dan buku-buku itu jadi koleksi berharga keluarga.
  3. Uderzo & Goscinny. Penulis serial Asterix & Obelix ini betul-betul berhasil membuatku 'lengket' pada komiknya. Sekali membuka majalahnya, harus tamat dulu sebelum bisa mengerjakan yang lain, dan tertawa tak berhenti-berhenti. Hihihi...
  4. James Clavell. 6 seri novel Shogun-nya bikin aku terkesan. Nomor satu kurekomendasikan pada teman, dipinjam, dan sampai sekarang belum juga dikembalikan. :(
  5. Sydney Sheldon. Gaya bercerita dengan konflik dan ending yang tak terduga, membuatku penasaran untuk membaca buku-buku karyanya. Tapi... bumbu adegan dewasanya agak terlalu detil, kukira...
  6. Kurnia Effendi. Sangat terkesan dengan cerbernya di majalah Gadis, Pelangi di Matamu. Selain itu, cerpen-cerpennya yang tersebar di mana-mana juga kusuka sekali.
  7. Roald Dahl. Matilda adalah buku karangannya yang jadi favoritku. Imajinasinya yang liar, nakal, tapi khas anak-anak, dikemas dengan unik dan asyik.
  8. Jack Canfield & Mark Victor Hansen. Serial Chicken Soup for the Soul-nya sudah jadi favoritku sejak pertama terbit.
  9. Dewi Lestari. Memadukan kisah dan lagu jadi satu buku, Rectoverso... ini unik. Belum banyak sih baca buku-bukunya, tapi masuk "most wanted books to read" list.
  10. Takeshi Maekawa. Serial komik Kung Fu Boy-nya, full filosofi. Aku suka banget.
  11. Gosho Aoyama. Penulis serial komik Detektif Conan. Selain alur kisah penuh konflik dan intrik yang unik, aku juga suka banget dengan karakter Conan Edogawa. daisukiii....!!!
  12. Andrea Hirata. Fenomena Tetralogi Laskar Pelangi yang dibuatnya, bisa-bisa bikin dunia ternganga. Hebat!!!
  13. Dan Brown. Da Vinci Code-nya menggemparkan dunia. Data dan fakta yang disajikan menarik sekali.
  14. J. K. Rowling. Seri Harry Potter-nya, wah... top!!!

Sabtu, 11 Desember 2010

Mari Giatkan Membaca...!

Salah satu kegemaranku adalah membaca. Sejak kecil. Dulu bahkan aku sering ditegur ibu karena membaca sambil berbaring, membaca sambil makan (jadi makannya nggak selesai-selesai), dan membaca di mana saja. 
Aku mengaku suka membaca, tapi ketika aku membandingkan dengan teman lain yang punya hobi serupa, wah... ternyata aku masih kalah jauh. Aku sangat menikmati kegiatan membaca, tapi rupanya aku belum bisa masuk kategori membacamania :p Sementara teman-teman lain menetapkan target untuk membaca sekian buku dalam rentang waktu tertentu, aku tidak pernah menetapkan target tertentu dan santai saja membaca hanya di waktu luang. Bacaan yang kubaca pun belum fokus pada satu jenis bacaan tertentu, dan masih  lebih suka yang ringan-ringan saja. Novel dan majalah jadi favorit. Itu pun berhenti di titik menikmati, atau sedikit lebih jauh: terinspirasi. Seringkali aku salut kepada teman-teman yang sudah melangkah lebih jauh dengan menuliskan resensi tentang buku-buku yang dibacanya, dengan gaya bertutur yang menarik pula. Ingin  sekali seperti mereka! Tapi terus terang... menulis resensi bukan salah satu kegiatan yang kusukai. Untuk kegiatan tulis menulis, aku lebih suka menulis cerita pendekku sendiri. Ingin juga menulis cerita bersambung atau novel, tapi... pfuh... perlu 'nafas panjang' untuk mengerjakannya. Tapi ayo, aku masih ingin mencoba menulis buku.
Di sisi lain, aku mengamati minat baca murid dan keponakanku. Beragam, tentunya. Sebagian besar hanya suka membaca komik. Ya... ya... ini pun sudah terjadi sejak dulu. Aku juga suka, sebetulnya. Membaca komik memang mengasyikkan. Membaca sambil melihat gambar-gambar yang juga 'bercerita', tentu akan jadi pengalaman yang -bagi sebagian orang- membuat ketagihan. Satu keponakanku hanya suka membaca komik, tapi satu keponakanku yang lain punya minat cukup  besar pada aktivitas membaca -dan belakangan- menulis juga.
Sejak bayi, sang bunda memang mempunyai kebiasaan untuk membacakan buku sebelum tidur. Ketika dia sudah mulai bisa bicara, dia seringkali meminta bundanya untuk membacakan buku untuknya sebelum tidur. Terkadang, buku yang sama bisa dibaca berulang kali, dan tak jadi masalah buatnya. Dia bahkan sampai hafal isi bukunya, dan bisa protes saat sang bunda bercerita 'keluar jalur'.
Kulihat, tentu saja peran serta orang tua sangat besar dalam menumbuhkan minat baca pada anak. Dan ini penting! Jangan sampai anak hanya tenang ketika disediakan layar kaca dengan tayangan kurang bermutu, juga tanpa pendampingan orang tua. Mari kembali lagi pada budaya membaca, dengan berbagai dampak positifnya. Bagaimana caranya? Tabloid Nova pernah mengulas hal ini. Mari baca di link tabloid nova online ini.

Minggu, 15 Agustus 2010

Leutika.com - QUIZ ON CURHAT JALAN RAYA

Beberapa waktu lalu, salah satu naskahku lolos dan dibukukan dalam kompilasi naskah Curhat Jalan Raya. (Baca postingan lalu, di sini) Sekarang Leutika menyelenggarakan quiz CJR berhadiah lumayan. Sayang... kontributor CJR tidak boleh ikut serta. :p Berikut ini aku kutip pengumuman dari Leutika.com tentang quiz on CJR. Selamat berpartisipasi...!
Leutika.com - QUIZ ON CURHAT JALAN RAYA
Caranya gampang banget, tulis di Notes FB kamu 3 hal berikut:
1. Pilihan cerita paling favorit dalam buku Curhat Jalan Raya dan siapa penulisnya.
2. Tulis satu paragraph alasan kamu memilih kisah tsb sebagai kisah favoritmu
3. Tulis satu paragraf ajakan buat ikut baca buku CJR dan ikutan quiznya. Jangan lupa tempelin gambar even ini.

Kemudian tag minimal 25 teman termasuk Leutika Publisher.

PEMENANG
Dipilih 3 pemenang dengan perolehan ‘like’ terbanyak, untuk mendapatkan Paket buku Leutika senilai Rp 300.000, Rp 250.000 dan Rp 200.000. Hadiah dikirim langsung ke alamat pemenang (alamat Indonesia). Judul buku ditentukan Leutika.

DEADLINE
Lomba berlangsung dari 19 Agustus 2010 s.d. 4 September 2010 (jam 12 siang).
Pengumumam pemenang 7 September 2010 di fb dan web leutika.com

TIDAK BERLAKU BAGI KONTRIBUTOR CJR :)
Ayoo...ikutan...!!

Kamis, 01 Juli 2010

Apa Kabar, Membaca?

Sudah lama aku tak berani ke toko buku. Takut tergoda lagi, untuk beli buku itu dan ini. Padahal harga buku sedang melambung tinggi. Ingin beli, tapi tak mau rugi. Kalau pergi ke pasar buku Palasari, aku bisa dapat rabat yang bikin senang hati. Selain itu, buku yang kubeli juga dapat bonus disampul plastik yang rapi jali. Marii... ;)
Beberapa buku masih tersimpan rapi setelah kubeli, bahkan ada yang masih terbungkus plastik sendiri. Merasa sayang untuk kubuka sampul ini, terlintas rasa di dalam hati. Tapi rindu ingin kembali, telusuri rangkaian huruf dan kata berseni, dalam novel, buku dan intisari, puaskan hati dari dahaga ini.
Aku ingin kembali... membaca lagi...

Kamis, 24 Juni 2010

Curhat Jalan Raya

Beberapa waktu lalu, Leutika Publisher menyelenggarakan lomba menulis curhat jalan raya. Aku ikut berpartisipasi, dan tulisanku termasuk dalam 30 naskah terpilih untuk dibukukan. Bulan ini (Juni 2010) buku itu sudah beredar dan dapat dibeli di toko buku terdekat. Harga? Seingatku, satu eksemplar buku ini berkisar di harga Rp 30.000,- Hayyu... beli lewat aku juga boleh. Sebagai salah satu penulis di buku itu, aku dapat diskon khusus dong ;) Ayo, beli buku curhatanku. Siapa tahu sebenarnya ini adalah curhat kita semua juga ;)

Jumat, 23 April 2010

Hari Buku Sedunia

Hari Buku Sedunia diperingati setiap tanggal 23 April. Tanggal tersebut merupakan hari wafatnya penulis William Shakespeare and Miguel de Cervantes, tepatnya pada tahun 1616. Tanggal 23 April juga merupakan hari lahirnya William Shakespeare di tahun 1564. Unesco menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Buku Dunia sebagai bentuk penghormatan bagi kedua tokoh tersebut. Mereka berdua merupakan dua dari begitu banyak tokoh penulis dunia yang berjasa besar dan memberikan kontribusi berharga di bidangnya.
Buku adalah gudang ilmu, membaca adalah kuncinya. Kalimat itu sudah sering kita dengar, pastinya, menandakan betapa pentingnya buku sebagai sumber ilmu. Dan siapa saja bisa mendapatkan ilmu tersebut, asal mau menggunakan kuncinya, yaitu membaca. Tidak sulit, bukan? Hari Buku di Bandung dimeriahkan dengan lomba foto bertema "mendadak membaca" serta berbagai kegiatan menarik lainnya. Lomba foto "mendadak membaca" hanya salah satunya saja.
Aku suka membaca buku, tapi aku merasa mengalami kemunduran di hari-hari ini. Dulu aku bisa membaca berhari-hari, nonstop, di mana saja, kapan saja. Dulu aku punya target harian untuk membaca buku, juga membeli buku minimal sebulan sekali. Kalau majalah sudah rutin ya, tidak diperhitungkan sebagai buku, walaupun aktivitas 'menggarap' majalah ya disebut membaca juga... ;) Sekarang ini aku merasa sok capek sepulang kerja, dan memilih untuk menonton berita atau film di TV. Sekarang ini juga aku jarang membaca menjelang tidur, karena merasa sayang jika buku yang kubaca jadi lecek gara-gara tertindih saat aku membaca di tempat tidur. Perasaan ini baru. Dulu aku tidak merasa seperti ini. Mungkin karena dulu bukan aku yang membeli buku, jadi merasa kurang sayang pada buku. Tapi sekarang aku sendiri yang membeli buku, dan selalu ingin bukuku tampak cantik dan terawat. Pembatas buku jadi solusinya, dan sekarang ini aku membiasakan diri untuk membaca sambil duduk, tak pernah sambil berbaring lagi. Membaca sambil makan... masih sih... jadi kalau bukuku agak-agak berminyak, ya... maklum sajalah. ;) Bagaimana dengan kebiasaan membacamu?
Satu kebiasaan lagi berkaitan dengan buku adalah menulis, tentu saja. Membaca dan menulis merupakan dua kegiatan yang saling melengkapi. Buku ditulis untuk dibaca, bukan? Selain membaca, aku pun senang menulis. Buku diary jadi ajang latihan menulis. Semakin lancar dan tertatalah tulisanku. Selain diary yang sangat berkesan privasi, aku juga ingin tulisanku dipublikasikan secara lebih luas di berbagai media. Cerpen pertamaku muncul di sebuah majalah remaja, sekitar 15 tahun yang lalu. Setelah itu, kukirimkan beberapa naskahku ke berbagai media yang berbeda. Tentu senang sekali ketika naskah itu lolos seleksi redaksi dan dimuat di majalah. Selain mempublikasikan karya, aku tentu dapat honorarium yang cukup pantas ;)
Aku tidak terlalu produktif menulis, sih... apalagi sebagai penulis profesional. tapi mimpi untuk jadi penulis tetap kupunya, dan mulai kuwujudkan dengan langkah-langkah kecil. Saat ini sedang keranjingan menulis blog dan ikut berpartisipasi dalam berbagai lomba menulis. Aku juga mulai merambah tulisan feature atau artikel ringan (sebelumnya kan cerpen melulu), dan salah satunya dipublikasikan di koran daerah Pikiran Rakyat dalam rubrik "Forum Guru". Insya Allah naskah lainnya akan menyusul ;) Sementara itu, bukuku pun sedang dalam proses cetak. Insya Allah. Sedang harap-harap cemas nih menunggu tanggal terbitnya.
Semoga hari buku dunia jadi moment yang tepat, tidak hanya untukku, tapi juga untuk semua orang di dunia, agar menggalakkan kembali budaya membaca dan menulis (daripada budaya demo -anarkis, pula), supaya kita semua jadi lebih pintar!
Kita harapkan dengan adanya Hari Buku Sedunia ini dapat membangun budaya membaca dan menulis di Indonesia sekaligus meningkatkan minat baca bangsa Indonesia khususnya anak-anak.

Sabtu, 10 April 2010

Anak Kos Dodol Kumat Lagi

Awalnya kubeli buku AKDKL ini dengan pertimbangan bahwa keponakanku yang sulung akan segera masuk masa kuliah. Dia sangat berminat kuliah di Bandung, mengikuti jejak langkah tantenya sebagai mahasiswi Seni Rupa ITB (hehe... padahal ibunya setengah hati mendukung. Takut anaknya jadi setengah gila seperti aku. Kaliii. :p)
Sebelum buku itu kuberikan pada Tasya, ponakanku, tentunya buku itu harus lewat badan sensor lebih dulu, yaitu aku (emang cita-cita sih, jadi anggota badan sensi eh sensor). Tampilan bukunya yang ‘menor’ kali ini, dengan warna merah menyala setelah buku-buku sebelumnya putih saja, bikin semangat ikut membara untuk membacanya. Lubang-lubang di sampul depannya jadi ciri khas buku Anak Kos Dodol. Agak kagok sih sebetulnya, nembus-nembus gitu, tapi untungnya aku beli buku ini di pasar buku murah Palasari, dan dapat bonus dikasih sampul plastik, gratiss (bawaan ogah rugi ala mahasiswa dulu masih kebawa aja sampai sekarang ini), jadi penutup ‘jendela’. Ilustrasi sampul juga cukup ‘mengundang’ nih, dan kupikir akan lebih asyik lagi kalau sesekali, di bagian dalam juga ada ilustrasi kecil pelengkap tulisan.
Pendek kata, aku mulai baca, dan segera juga mulailah aku senyum-senyum sendiri, walaupun nggak sampai terkikik apalagi terkakak. Cerita yang dipapar Dewi Dedew di buku ini, sedikit-banyaknya sudah pernah aku alami juga ketika aku jadi mahasiswa (yang nggak kalah dodol) tempo hari (halah... maunya dibilang tempo hari, padahal tahun kapaan... dulu. hihi.). Jadinya ya nggak ada yang terlalu mengagetkan, gitu, walaupun pengalaman pijitan sih nggak ada sejarahnya sih di tempat kos-ku dulu. Apalagi seperti Tere yang nekat cuma pake baju dalam dan andukan, melintas ke luar kamar untuk ke kamar sebelah. Idih banget. Di Puri Cantika Djokja, ada ya yang kayak gitu?
Satu kejadian dodol yang nggak pernah kubayangkan akan terjadi, adalah ketika dan teman-temannya coba-coba menjajal dunia ajep-ajep. Kapok kan, jadinya? Lagian, aneh bin ajaib aja ada anak kerudungan coba-coba masuk diskotik. Jangan-jangan disangka polisi yang menyamar (emang ada ya, polisi yang pake kerudung? Kalo di Aceh ada kali.)
Tapi sedodol-dodolnya anak kos, ternyata setia kawan juga ya mereka. Terharu-biru ketika Iis meninggal dunia di gunung. Saling menyemangati ketika mereka menjalani masa-masa pendadaran sebelum sidang kelulusan. Saling nungguin ketika sidang akhir masa perkuliahan. Saling nungguin traktiran, tentunya :p. Dan wisudaan jadi moment yang mengharukan, mengingat bahwa masa-masa sebagai anak kos dodol akhirnya harus berhenti. Tapi buat Dedew, setelah lepas jadi anak kos dodol, ‘karirnya’ tetap bisa berlanjut sebagai istri dodol dan emak-emak dodol. Iya kan...? Ayyooo, akui sajja...! :p

Senin, 15 Februari 2010

Pesta Buku Bandung

Event Pameran Buku akbar di Bandung, siap digelar kembali di Landmark Convention Hall. Dimulai pada hari Rabu tanggal 17, dan akan berakhir pada tanggal 23 Februari. Harus menyempatkan untuk hadir, karena inilah kesempatan untuk borong buku dengan harga diskon. Setelah itu, tinggal menyempatkan diri untuk membaca buku-buku itu. Maraton. Semangat, semangat...!!!
Mendapatkan ilmu dari membaca buku, harus itu.
  • Aku bisa mengambil pelajaran dari isi buku yang kubaca. Pastinya. Buku favoritku adalah buku-buku mengenai pengembangan diri, mengarahkan pikiranku ke arah yang lebih positif agar aku sendiri berkembang menjadi semakin baik. 7 Habits of Highly Effective Person, The Success Principles, dan The Secret, itu adalah salah tiga dari buku-buku pengembangan diri yang bagus. Ketiganya membuatku ingat untuk selalu berbuat lebih baik (walaupun saat ini masih 'terengah-engah', belum sukses...)
  • Aku bisa mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain yang kubaca dari kisah yang mereka ceritakan dalam buku. Favoritku adalah serial Chicken Soup for the Soul. Cukup banyak edisi buku ini yang kumiliki dan kubaca, tentunya. Yang sekarang sedang kuincar adalah Chicken Soup for the Soul, Teacher's Tale. Di Amerika sendiri, buku ini baru terbit. Boleh berharap nggak ya, bahwa edisi Indonesianya sudah beredar dan bisa kudapat di pameran buku Bandung bulan ini? Hehe... (ngarep boleh kan?)
  • Aku, tentu saja bisa belajar cara penulisan dan pemaparan cerita yang baik dari sebuah novel bagus. Belajar mengungkap konflik sekaligus mencari jalan keluarnya, yang tentu bisa diaplikasikan dalam keseharian (jika memang bersinggungan dengan dunia kita ;)). Tetralogi Laskar Pelangi bagus sekali. Banyak jempol deh buku itu. Novel-novel asyik lainnya, wah... tak terhitung. J. K. Rowling dengan seri Harry Potter-nya termasuk salah satu favoritku. Kalau agak 'jaman dulu', serial Little House on the Prairie karangan Laura Ingalls kupikir bagus sekali, selain puluhan serial kisah sekolah berasrama ataupun petualangan karya Enyd Blyton. Novel-novel masa kini? Hm... Masih banyak tuh di rumah yang belum sempat kubaca. Haaah..... :(
Tak mengapa... Saat ini berburu buku dulu di Pesta buku Bandung, mumpung (agak) murah ;) Besok-lusa, bisa dijual lagi deh dengan harga miring, atau disewakan untuk menebar 'virus' baca yang tidak berbahaya (kecuali untuk kesehatan dompet. haha...!)

Selasa, 12 Januari 2010

Lomba Menulis Resensi

Di awal tahun, aku memulai semangat menulis dengan mengintip ajang lomba menulis. Untuk menyemangati diri lagi, dan agar semakin fokus pada apa yang akan ditulis. Salah satunya adalah lomba menulis opini mengenai sebuah buku, Senandung Cinta dari Rumah Kayu. Buku ini adalah karya seorang Dblogger (sebutan untuk blogger yang mempunyai akun di blogdetik) yang blognya bisa diakses di rumahkayu.blogdetik.com. Menarik. Dengan lomba ini, kita 'dipaksa' untuk membaca terlebih dahulu, mengapresiasi, kemudian menuliskan opini kita untuk dipublikasikan di blog (tetapi harus di blogdetik ya...). Membuat kita makin cerdas-lah. Tampaknya, aku berminat juga nih untuk ikut ambil bagian dalam lomba itu. Ayo, beli dan baca bukunya dulu ;)