Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 November 2017

Haiku Anggrek Ungu

Mekar sempurna
Seluruh kuntum bunga
Anggrek unguku
皆咲いた
むらさきの花
うちのむこう

My purple Orchids 
In front of my little house 
Blooming together

Minggu, 23 Oktober 2016

de Green Haiku*

Memandang taman kecil di depan rumah, terlihat kumpulan buah dan bunga yang sedang merekah. Muncul inspirasi untuk menggubah puisi pendek, sederhana dan (inginnya) indah. Hingga jadilah haiku 3 bahasa ini. 

Di depan rumah
Mereka tampak indah
Bunga dan buah
 In front of my house
The beauties grow together
Those flowers and fruits
目の前に
果物がある
花も咲く

*Haiku adalah puisi pendek khas Jepang, disajikan dalam tiga larik (triplet), masing-masing larik berisi 5, 7 dan 5 suku kata, total 17 suku kata. Haiku disajikan dengan sederhana, apa adanya. Ciri utama Haiku adalah ekspresi tentang alam, tentang hal-hal yang biasa kita lihat di sekeliling, tanpa menggunakan perumpamaan-perumpamaan (verbal trickery). Haiku juga minim tanda baca, karena kata-kata dalam Haiku sudah dianggap sebagai bisa mewakili tanda baca. Yang lebih penting lagi. Haiku harus punya dua unsur: ungkapan tentang alam dan exclamation (kata/frasa seru) di larik ke tiga. 
Definisi Haiku disarikan dari tulisan Pak Eddy Roesdiono di kompasiana. Selengkapnya bisa dibaca di tautan ini

Rabu, 29 April 2015

Puisi Pisang-pisangan


bergelantung menggapai bumi
lenganmu terulur jauh
Selalu ingin kembali ke bumi
tanah tempat hidupmu
cantik…
aku ingin belajar darimu

Kamis, 13 Juni 2013

LOMBA MENULIS PUISI "MERINDU RAMADAN"

Puisi? Terus terang saja, ini bukan bidang keahlianku. Tapi untuk kali ini, aku tertarik juga nih, karena untuk membahas Ramadan, aku bisa tiba-tiba puitis dan mellow abis. Untuk menampung curahan hatiku, puisi tentu bisa jadi ajang yang manis. Kalau kemudian diganjar hadiah berupa voucher penerbitan buku hingga nyaris gratis, mau dong, tentunya. Info lengkapnya sebagai berikut, sebagaimana yang kusalin dari sumbernya: Meta Kata.
Setelah sukses menyelenggarakan lomba menulis PUISI dan PROSA LIRIS "UCAP" pada bulan April 2013 sampai dengan bulan Mei 2013--kami--Penerbit Meta Kata bermaksud kembali menyelenggarakan lomba menulis PUISI. Tentunya dengan tema yang lebih SEGAR dan lebih MENANTANG. Baiklah, berikut persyaratan lengkap bagi kawan-kawan yang hendak ikut berpartisipasi sebagai peserta:

Lomba terbuka untuk umum.
Membagikan info lomba ini ke minimal 11 teman di jejaring sosial facebook, twitter, atau posting di blog pribadi (pilih salah satu).
Like FansPage "Penerbit Meta Kata" (http://www.facebook.com/PenerbitMetaKata)
Tema: MERINDU RAMADHAN
Naskah dalam bentuk PUISI, maksimal 3 bait/11 baris (termasuk judul), dengan format file Ms Word 2003/2007, kertas ukuran A4, font TNR 12pt, spasi 1.5, margin rata-rata 3 cm untuk setiap sisi. 
Naskah merupakan karya asli penulis dan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk buku. 
Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirim 1 naskah terbaiknya, lengkap dengan biodata narasi, maksimal 30 kata (nama, akun facebook, dan alamat email). 
Naskah yang telah memenuhi persyaratan di atas, dikirim ke email: redaksi.metakata@gmail.com (berupa lampiran, bukan di badan email), dengan subyek email: MR_JUDUL NASKAH_NAMA PENULIS dan NAMA FILE disesuaikan dengan NAMA PENULIS.
Pengiriman naskah dibuka mulai tanggal 12 Juni 2013 s.d 23 Juni 2013 pukul 11:00 WIB (hanya 11 hari)
Hasil lomba akan diumumkan pada tanggal 26 Juni 2013 di blog resmi Penerbit Meta Kata
89 naskah terpilih akan dibukukan dalam bentuk Antologi Puisi dan masing-masing Penyair mendapat diskon 20% dalam pembelian buku terbit + diskon 20% dalam pembelian buku-buku terbitan Meta Kata dan 11 Penyair dengan naskah terbaik akan mendapatkan hadiah tambahan berikut. 

Terbaik I: Paket Buku + Voucher Penerbitan Senilai Rp 150.000 + E-Sertifikat
Terbaik II: Paket E-Book + Voucher Penerbitan Senilai Rp 150.000 + E-Sertifikat
Terbaik III: Paket E-Book + Voucher Penerbitan Senilai Rp 100.000 + E-Sertifikat
Terbaik IV: Paket E-Book + Voucer Penerbitan Senilai Rp 75.000 + E-Sertifikat 
Terbaik V: Paket E-Book + Voucer Penerbitan Senilai Rp 50.000 + E-Sertifikat
Terbaik VI: Paket E-book + E-Sertifikat
Terbaik VII: Paket E-book + E-Sertifikat
Terbaik VIII: Paket E-book + E-Sertifikat
Terbaik IX: Paket E-book + E-Sertifikat 
Terbaik X: Paket E-book + E-Sertifikat 
Terbaik XI: Paket E-book + E-sertifikat
Hadiah dalam bentuk voucer penerbitan, tidak dapat diuangkan atau digabung dengan voucer penerbitan lainnya dan hanya berlaku untuk paket penerbitan #PERSEORANGAN Rp 500.00 di Penerbit Meta Kata
Demikian pengumuman lomba PUISI terbaru kami. Selamat berkarya melalui goresan pena!!!

Sabtu, 25 Desember 2010

Lestari

Bertahun lalu, Desember 2007, lagu ini kugubah. Sebuah persembahan untuk bunda tercinta, yang kasihnya mengalir selamanya. Sulit kuungkap kasihku dalam kata, hingga tersusunnya kumpulan kata serupa puisi yang menjadi lirik lagu ini. Ungkapan kasihku untuk ibunda. Kini, setahun setelah kepergiannya, kasih bunda tetap lestari di hati ananda.

Cinta di mana… kan kucari ke ujung dunia
Kasih serupa kasih ibunda
Tulusnya, belainya, kan selalu sepanjang masa
Cinta di mana… kan kutanya nuraniku saja
Jawabnya tiada yang setara kasih bunda

Ibunda, lagu sederhana tercipta
dari hati tanda kasih ananda
Bunda, doa bahagia selalu bersamamu
Lestari bagai kasihmu

Sorga di mana… kan kucari ke ujung usia
Takkan henti sampai kubersua
Nirwana bertahta di telapak kaki bunda
Sorga di mana… kan kutanya nuraniku saja
Jawabnya berada dalam rela bakti nanda

Ibunda, maafkan diriku yang selalu
Menyusahkanmu hingga dewasa
Bunda, doa bahagia selalu bersamamu
Lestari bagai kasihmu

Senin, 11 Oktober 2010

Puisi Ivy

Tak biasanya aku menulis puisi. Terus terang, aku tak begitu suka. Menggubah kata-kata cantik menjadi barisan kalimat bermakna, tapi tidak dalam susunan yang biasa, wah... itu susah. Apalagi kalau sudah memakai kiasan yang tak biasa (aneh, buatku), misalnya: bulan segi empat di atas kota; perahu emas mimpiku terbang melayang, ah... pusing deh.
Aku lebih suka menulis kisah, merangkai kata menjadi cerita, walau seringkali masih sangat suka kata-kata yang berrima. Kali ini kisah tentang tanaman hias tak berbunga, Ivy di depan rumah. Cantik rupawan indah dipandang. Ivy Jelita ciptaan Tuhan.

Jumat, 29 Januari 2010

Puisi Bunga

Walau kecil kau percaya diri
tegak menantang dunia
karena engkau berbeda
Walau mungil kau yakin
indahmu lebih besar dari rupamu
kau adalah unik,
dengan segala kekuranganmu
Apapun yang kupunya,
sekcil apapun aku berdaya
tak akan takut menantang dunia
karena aku adalah aku
kecil ataupun besar
miskin ataupun kaya
aku tetap luar biasa
walau sejatinya
aku hanyalah manusia biasa