Tampilkan postingan dengan label membaca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label membaca. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Desember 2010

Mari Giatkan Membaca...!

Salah satu kegemaranku adalah membaca. Sejak kecil. Dulu bahkan aku sering ditegur ibu karena membaca sambil berbaring, membaca sambil makan (jadi makannya nggak selesai-selesai), dan membaca di mana saja. 
Aku mengaku suka membaca, tapi ketika aku membandingkan dengan teman lain yang punya hobi serupa, wah... ternyata aku masih kalah jauh. Aku sangat menikmati kegiatan membaca, tapi rupanya aku belum bisa masuk kategori membacamania :p Sementara teman-teman lain menetapkan target untuk membaca sekian buku dalam rentang waktu tertentu, aku tidak pernah menetapkan target tertentu dan santai saja membaca hanya di waktu luang. Bacaan yang kubaca pun belum fokus pada satu jenis bacaan tertentu, dan masih  lebih suka yang ringan-ringan saja. Novel dan majalah jadi favorit. Itu pun berhenti di titik menikmati, atau sedikit lebih jauh: terinspirasi. Seringkali aku salut kepada teman-teman yang sudah melangkah lebih jauh dengan menuliskan resensi tentang buku-buku yang dibacanya, dengan gaya bertutur yang menarik pula. Ingin  sekali seperti mereka! Tapi terus terang... menulis resensi bukan salah satu kegiatan yang kusukai. Untuk kegiatan tulis menulis, aku lebih suka menulis cerita pendekku sendiri. Ingin juga menulis cerita bersambung atau novel, tapi... pfuh... perlu 'nafas panjang' untuk mengerjakannya. Tapi ayo, aku masih ingin mencoba menulis buku.
Di sisi lain, aku mengamati minat baca murid dan keponakanku. Beragam, tentunya. Sebagian besar hanya suka membaca komik. Ya... ya... ini pun sudah terjadi sejak dulu. Aku juga suka, sebetulnya. Membaca komik memang mengasyikkan. Membaca sambil melihat gambar-gambar yang juga 'bercerita', tentu akan jadi pengalaman yang -bagi sebagian orang- membuat ketagihan. Satu keponakanku hanya suka membaca komik, tapi satu keponakanku yang lain punya minat cukup  besar pada aktivitas membaca -dan belakangan- menulis juga.
Sejak bayi, sang bunda memang mempunyai kebiasaan untuk membacakan buku sebelum tidur. Ketika dia sudah mulai bisa bicara, dia seringkali meminta bundanya untuk membacakan buku untuknya sebelum tidur. Terkadang, buku yang sama bisa dibaca berulang kali, dan tak jadi masalah buatnya. Dia bahkan sampai hafal isi bukunya, dan bisa protes saat sang bunda bercerita 'keluar jalur'.
Kulihat, tentu saja peran serta orang tua sangat besar dalam menumbuhkan minat baca pada anak. Dan ini penting! Jangan sampai anak hanya tenang ketika disediakan layar kaca dengan tayangan kurang bermutu, juga tanpa pendampingan orang tua. Mari kembali lagi pada budaya membaca, dengan berbagai dampak positifnya. Bagaimana caranya? Tabloid Nova pernah mengulas hal ini. Mari baca di link tabloid nova online ini.

Kamis, 01 Juli 2010

Apa Kabar, Membaca?

Sudah lama aku tak berani ke toko buku. Takut tergoda lagi, untuk beli buku itu dan ini. Padahal harga buku sedang melambung tinggi. Ingin beli, tapi tak mau rugi. Kalau pergi ke pasar buku Palasari, aku bisa dapat rabat yang bikin senang hati. Selain itu, buku yang kubeli juga dapat bonus disampul plastik yang rapi jali. Marii... ;)
Beberapa buku masih tersimpan rapi setelah kubeli, bahkan ada yang masih terbungkus plastik sendiri. Merasa sayang untuk kubuka sampul ini, terlintas rasa di dalam hati. Tapi rindu ingin kembali, telusuri rangkaian huruf dan kata berseni, dalam novel, buku dan intisari, puaskan hati dari dahaga ini.
Aku ingin kembali... membaca lagi...

Jumat, 23 April 2010

Hari Buku Sedunia

Hari Buku Sedunia diperingati setiap tanggal 23 April. Tanggal tersebut merupakan hari wafatnya penulis William Shakespeare and Miguel de Cervantes, tepatnya pada tahun 1616. Tanggal 23 April juga merupakan hari lahirnya William Shakespeare di tahun 1564. Unesco menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Buku Dunia sebagai bentuk penghormatan bagi kedua tokoh tersebut. Mereka berdua merupakan dua dari begitu banyak tokoh penulis dunia yang berjasa besar dan memberikan kontribusi berharga di bidangnya.
Buku adalah gudang ilmu, membaca adalah kuncinya. Kalimat itu sudah sering kita dengar, pastinya, menandakan betapa pentingnya buku sebagai sumber ilmu. Dan siapa saja bisa mendapatkan ilmu tersebut, asal mau menggunakan kuncinya, yaitu membaca. Tidak sulit, bukan? Hari Buku di Bandung dimeriahkan dengan lomba foto bertema "mendadak membaca" serta berbagai kegiatan menarik lainnya. Lomba foto "mendadak membaca" hanya salah satunya saja.
Aku suka membaca buku, tapi aku merasa mengalami kemunduran di hari-hari ini. Dulu aku bisa membaca berhari-hari, nonstop, di mana saja, kapan saja. Dulu aku punya target harian untuk membaca buku, juga membeli buku minimal sebulan sekali. Kalau majalah sudah rutin ya, tidak diperhitungkan sebagai buku, walaupun aktivitas 'menggarap' majalah ya disebut membaca juga... ;) Sekarang ini aku merasa sok capek sepulang kerja, dan memilih untuk menonton berita atau film di TV. Sekarang ini juga aku jarang membaca menjelang tidur, karena merasa sayang jika buku yang kubaca jadi lecek gara-gara tertindih saat aku membaca di tempat tidur. Perasaan ini baru. Dulu aku tidak merasa seperti ini. Mungkin karena dulu bukan aku yang membeli buku, jadi merasa kurang sayang pada buku. Tapi sekarang aku sendiri yang membeli buku, dan selalu ingin bukuku tampak cantik dan terawat. Pembatas buku jadi solusinya, dan sekarang ini aku membiasakan diri untuk membaca sambil duduk, tak pernah sambil berbaring lagi. Membaca sambil makan... masih sih... jadi kalau bukuku agak-agak berminyak, ya... maklum sajalah. ;) Bagaimana dengan kebiasaan membacamu?
Satu kebiasaan lagi berkaitan dengan buku adalah menulis, tentu saja. Membaca dan menulis merupakan dua kegiatan yang saling melengkapi. Buku ditulis untuk dibaca, bukan? Selain membaca, aku pun senang menulis. Buku diary jadi ajang latihan menulis. Semakin lancar dan tertatalah tulisanku. Selain diary yang sangat berkesan privasi, aku juga ingin tulisanku dipublikasikan secara lebih luas di berbagai media. Cerpen pertamaku muncul di sebuah majalah remaja, sekitar 15 tahun yang lalu. Setelah itu, kukirimkan beberapa naskahku ke berbagai media yang berbeda. Tentu senang sekali ketika naskah itu lolos seleksi redaksi dan dimuat di majalah. Selain mempublikasikan karya, aku tentu dapat honorarium yang cukup pantas ;)
Aku tidak terlalu produktif menulis, sih... apalagi sebagai penulis profesional. tapi mimpi untuk jadi penulis tetap kupunya, dan mulai kuwujudkan dengan langkah-langkah kecil. Saat ini sedang keranjingan menulis blog dan ikut berpartisipasi dalam berbagai lomba menulis. Aku juga mulai merambah tulisan feature atau artikel ringan (sebelumnya kan cerpen melulu), dan salah satunya dipublikasikan di koran daerah Pikiran Rakyat dalam rubrik "Forum Guru". Insya Allah naskah lainnya akan menyusul ;) Sementara itu, bukuku pun sedang dalam proses cetak. Insya Allah. Sedang harap-harap cemas nih menunggu tanggal terbitnya.
Semoga hari buku dunia jadi moment yang tepat, tidak hanya untukku, tapi juga untuk semua orang di dunia, agar menggalakkan kembali budaya membaca dan menulis (daripada budaya demo -anarkis, pula), supaya kita semua jadi lebih pintar!
Kita harapkan dengan adanya Hari Buku Sedunia ini dapat membangun budaya membaca dan menulis di Indonesia sekaligus meningkatkan minat baca bangsa Indonesia khususnya anak-anak.